3 Aksi Ahok Lawan Keganasan PKL di Monas

3 Aksi Ahok Lawan Keganasan PKL di Monas

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 15:46 WIB
3 Aksi Ahok Lawan Keganasan PKL di Monas
Jakarta - Sepak terjang pedagang kaki lima (PKL) yang kian ganas di Monas membuat pengelola kewalahan. Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turun tangan memberi jalan keluar untuk menertibkan PKL liar ini.

PKL liar di Monas terus menjamur. Mereka juga berani melawan saat ditertibkan petugas Satpol PP. Bahkan, PKL memiliki ID card palsu bertuliskan 'Komunitas Pedagang Monas' dan entah pihak mana yang mengeluarkan kartu itu.

Mengatasi masalah PKL, Ahok akan melakukan sejumlah aksi seperti menutup pintu IRTI, memberikan sanksi hingga menerapkan retribusi via ATM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 3 aksi Ahok ini:

1. Retribusi via ATM

Pemprov DKI berencana untuk menerapkan sistem pembayaran retribusi via ATM bagi para PKL. Menurut Ahok, ide ini muncul lantaran banyak PKL yang memalsukan kartu retribusi. Jika semua sistem sudah digital yakni menggunakan ATM, maka pemalsuan tersebut bisa dicegah.

"Kalau (PKL) ditangkap, sekarang pakai ATM Bank DKI belum (diterapkan). Penjaranya terlalu ringan, hanya sebulan dan dendanya Rp 50 ribu. Kalau sekarang dia (PKL) masih bisa palsukan nih kartu-kartunya," kata Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/10/2014).

Menurutnya sistem ATM bisa mencegah para PKL nakal. Jika macam-macam mereka bisa dikenakan hukuman penjara belasan tahun.

"Kalau (PKL) sudah pakai kartu ATM Bank DKI, bisa digugat penjara 12 tahun," ucap Ahok.

Gugatan ini menurut Ahok bisa dilakukan oleh direksi Bank DKI dengan tuntutan penipuan penyalahgunaan kartu ATM. Namun sistem ini masih dalam pembahasan Pemprov dan pihak terkait.

"Ini lagi kejar, saya lagi desak mereka, minimal tahun depanlah actionnya," jelas Ahok.

Sebelumnya, Pemprov DKI berencana melakukan uji coba sistem autodebet pembayaran retribusi PKL. Bank-bank daerah juga sudah siap bekerjasama.

"Jadi semua dasarnya nanti pakai rekening bank di autodebet. Kami jadi preman baru. Godfather baru. Selama ini mereka juga bayar (retribusi) ke preman kan? Sekarang kita godfathernya," kata Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2014).

Ahok menyatakan rencana ini masih dalam tahap persiapan kontrak. Namun, menurutnya, bank daerah sudah siap untuk kerjasama. Sistem ini nantinya tidak hanya berlaku bagi PKL tetapi juga pada semua aspek di DKI seperti pembayaran sewa rusun, pembayaran gaji pegawai harian lepas, serta pemberian Kartu Jakarta Pintar.

"Bank DKI sudah siap, BRI juga siap. Jadi kalau misalnya Bank DKI enggak siap, kita kasih BRI saja. Milik negara juga kan punya rakyat juga itu BRI," ujarnya.

2. Tangkap dan Beri Sanksi

Ahok menilai 'ganasnya' para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Monas karena tidak adanya tindakan hukum. Menurutnya jika ingin menertibkan PKL harus dengan tindakan tegas dan pemberian saksi yang membuat jera.

"Tambah lama tambah ganas memang, karena kita tidak ada tindakan hukum. Makanya sekarang harus tegas, harus ditangkap-tangkapin," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2014).

Ahok mengungkapkan selama ini, bukan soal petugas penertiban yang kurang ganas atau kurang galak. Namun jumlah personel kemanan Monas yang terbatas karena persoalan anggaran.

"Duitnya belum kuat, Ibu Rininya (Kepala Unit Pengelola Monas) tahun depan baru mulai fungsi penuh. Karena kami satpamnya semua belum kuat (jumlahnya). Ibu Rini belum pegang uang semua," jelas Ahok.

Menurutnya PKL masuk ke Monas melalui dua jalan, yakni pintu Gambir dan lapangan parkir IRTI. Untuk itu, rencanyanya Ahok akan menutup pintu IRTI bagi PKL mulai minggu ini.

Pengelola Monas mengeluhkan susahnya menertibkan PKL di Monas. Kasus kenakalan PKL terbaru adalah penggunaan identitas pedagang palsu, mengancam petugas, hingga perusakan pagar sekeliling Monas.

3. Tutup Pintu IRTI

Pengelola Monas mengaku kewalahan dengan tingkah para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semakin 'ganas'. Menanggapi hal ini, Ahok akan mengambil langkah tegas dengan menutup pintu lapangan parkir IRTI bagi PKL.

"Itu masuknya (PKL) karena masih ada celah dari Gambir sama dari IRTI. Makanya Gambir ditutup dan IRTI mau kita tutup supaya bisa tetap berpatroli," kata Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/10/2014).

Ahok mengatakan, penutupan pintu IRTI merupakan langkah awal. Jika pintu IRTI sudah bebas dari PKL, Ahok yakin Monas akan bebas dari para pedagang kaki lima.

"Bersihin semua, enggak ada PKL lagi sama sekali, kan dia ngumpannya dari IRTI semua, gudangnya dari IRTI," jelas Ahok.

Rencananya, pembersihan PKL akan dilakukan minggu ini, di mana semua PKL yang ada di IRTI akan digusur dan IRTI akan ditutup.

Kepala Unit Pengelola Teknis Monas Rini Hariyani mengatakan telah menggunakan berbagai cara persuasif untuk mengusir PKL Monas. Namun, bukannya pergi, para PKL itu justru semakin berani.

"Petugas keamanan kami selalu diancam oleh para PKL. Jumlah mereka banyak," kata Rini kepada wartawan, Senin (13/10/2014).

Para pedagang itu memasukkan barang dagangannya melalui pagar Monas yang mereka rusak. Menurut Rini pagar tersebut padahal sudah diperbaiki, namun selalu dirusak para pedagang.

"Pagar yang sudah diperbaiki dirusak lagi, digergaji. Padahal sudah digembok sama petugas," ujar Rini.

Dari pagar yang bolong itulah para PKL liar memasukkan barang-barang dagangannya. Pagar yang dirusak tersebut berbatasan langsung dengan Stasiun Gambir. PKL membawa barang dagangannya ke dalam area stasiun dan memasukkannya dengan leluasa.

Halaman 2 dari 4
(aan/nrl)


Berita Terkait