Gadis 18 Tahun Hilang setelah Tolak Lamaran Pengusaha, Keluarga Khawatir

Gadis 18 Tahun Hilang setelah Tolak Lamaran Pengusaha, Keluarga Khawatir

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 14:55 WIB
Gadis 18 Tahun Hilang setelah Tolak Lamaran Pengusaha, Keluarga Khawatir
As'ari menunjukkan foto saudaranya yang hilang (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Rosmidar (18), gadis asal Desa Ie Rhop, Kecamatan Simpang Mamplang, Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh sejak empat bulan lalu tidak diketahui keberadaannya. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi namun hingga saat ini belum terungkap.

Korban yang sedang mengaji di Pesantren Darul Munawwarah, Ulee Glee, Kabupaten Pidie, Aceh pergi ke pasar Ulee Glee dengan menumpang RBT pada tanggal 17 Juni 2014 silam. Sejak saat itulah keberadaan Rosmidar tidak diketahui dan pihak keluarga sudah mencari ke sejumlah tempat.

Pihak keluarga juga berusaha menghubungi Rosmidar tapi nomor handphone nya sudah tidak aktif. Beberapa hari pasca kehilangan gadis tersebut, keluarga melaporkan kasus ini ke Polsek Samalanga, kabupaten Bireuen pada 24 Juni silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi tidak ada respons dari pihak Polsek. Mereka mengaku tidak punya anggaran untuk menangani kasus tersebut," kata saudara kandung korban, Asโ€™ari, saat mendatangi tempat berkumpul wartawan Aceh, Jln SA Mahmudsyah, Banda Aceh, Senin (13/10/2014).

Selain melapor ke pihak berwajib, keluarga Rosmidar juga terus mencari keberadaannya pada kerabat maupun teman-temannya. Berselang sebulan setelah laporan tidak direspons anggota Polsek Samalanga, keluarga Rosmidar kemudian membuat laporan ke Polres Bireuen.

Lagi-lagi laporan keluarga Rosmidar tidak ditanggapi dan ditindaklanjuti oleh polisi. Aparat penegak hukum berdalih laporan tersebut tidak punya bukti kuat.

"Polisi bilang sebentar lagi juga akan pulang," jelasnya.

Menurut As'ari, antara korban dengan keluarga tidak pernah ada masalah dalam rumah tangga. Tapi delapan bulan sebelum hilang, Rosmidar pernah dilamar oleh seorang pengusaha. Lamaran tersebut ditolak Rosmidar karena dirinya mengaku ingin melanjutkan mengaji.

Keluarga pengusaha tersebut terus membujuk dan merayu Rosmidar agar mau menikah dengan pria yang sudah empat kali cerai itu. "Tapi adik saya tetap tidak mau karena ia masih ingin mengaji," kata As'ari.

Berselang empat bulan hilangnya Rosmidar, pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut pada Lembaga Bantuan Hukum Anak (LBH Anak) Banda Aceh. Manager Program LBH Anak Banda Aceh, Rudi Bastian, menyesalkan sikap polisi yang tidak menindaklanjuti kasus hilangnya Rosmidar.

"Seharusnya 1X24 jam anak tidak kembali polisi harus mencari dan menindaklanjuti laporan tersebut. Kita sekarang berupaya melapor kasus ini ke Polda Aceh," kata Rudi.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads