DPR RI Incar Lagi Keterwakilan di Inter-Parliamentary Union

Laporan dari Jenewa

DPR RI Incar Lagi Keterwakilan di Inter-Parliamentary Union

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 14:28 WIB
Jenewa - Setelah berupaya untuk memenangkan pencalonan Dr. Nurhayati Assegaf, delegasi DPR RI dalam Pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-131 di Jenewa juga mengupayakan keanggotaan parlemen Indonesia dalam beberapa Standing Committee IPU.

Dukungan dimintakan dalam berbagai pertemuan kelompok regional, antara lain Kelompok ASEAN plus Three (Korea, Jepang, China), Kelompok Asia dan Pasifik serta pertemuan negara-negara Islam (PIUC), Minggu (12 Oktober 2014) waktu setempat.

"Duduknya anggota parlemen Indonesia dalam berbagai standing committee sangat penting untuk mengangkat profil parlemen Indonesia," demikian Arsi Dwinugra Firdausy, Sekretaris Pertama Perwakilan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya kepada detikcom, seusai pertemuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu juga merupakan kesempatan besar bagi parlemen Indonesia untuk ikut menyuarakan kepentingan bangsa Indonesia serta berkontribusi dalam hasil-hasil pertemuan terkait berbagai isu-isu global.

Delegasi RI juga berkontribusi aktif dalam diskusi pada Meeting of Women Parliamentarians. Berkaitan dengan isu kuota keterwakilan perempuan dalam politik, delegasi RI antara lain menyampaikan bahwa UU Pemilu di Indonesia menetapkan bahwa masing-masing partai politik harus mengalokasikan miminal 30 persen kandidat perempuan.

Pada keanggotaan DPR periode 2014-2019 ini, perempuan meraih sekitar 17 persen total kursi parlemen yang tersedia, dibandingkan dengan 18 persen pada perioe 2009-2014.

Penurunan ini menunjukkan perlu adanya pendekatan baru dalam kehidupan politik di Indonesia agar kembali mendorong partisipasi yang besar dari kalangan perempuan.

Pada pembahasan sesi mengenai pengaruh perempuan dalam parlemen, delegasi RI juga menyampaikan bahwa peningkatan peran perempuan di dalam parlemen akan selalu terkait erat dengan bertambahnya jumlah perempuan yang memilih untuk terlibat di dalam kehidupan berpolitik di suatu negara.

Di samping itu juga pentingnya kaji ulang berbagai struktur di dalam partai politik ataupun di dalam lembaga legislatif dan pemerintahan guna menjamin keterwakilan perempuan di dalam kehidupan politik.

Anggota parlemen perempuan juga diharapkan dapat terus memainkan peran utama dalam mengedepankan dan memastikan implementasi kesetaraan gender dan pengarusutamaan gender dalam berbagai program parlemen.

Selama berlangsungnya Sidang IPU ke-131 tahun 2014 ini, delegasi RI akan berpartisipasi pada pembahasan berbagai forum, antara lain Committee on Middle East Questions; Standing Committee on Democracy and Human Rights; Forum on Young Parliamentarians.

Committee to Promote Respects for International Humanitarian Law; Standing Committee on Peace and International Security; Standing Committee on United Nations Affairs serta Standing Committee on Sustainable Development, Finance and Trade.

Menurut Arsi, kehadiran Parlemen Indonesia dalam pertemuan ini dipandang sangat penting mengingat para anggota Parlemen RI dapat ikut serta dalam pembahasan berbagai agenda terkait isu-isu global, termasuk dalam pembahasan rancangan resolusi yang akan dihasilkan dalam pertemuan.

Kehadiran dan partisipasi aktif delegasi dalam pertemuan ini juga dapat meningkatkan peran dan profil parlemen Indonesia di kalangan parlemen dunia melalui berbagai kontribusi dalam diskusi di berbagaikomite.

"Parlemen RI juga dapat mengawal agar pembahasan dalam berbagai pertemuan IPU memberikan hasil-hasil yang sesuai dengan kepentingan nasional, serta meningkatkan kemitraan dengan kalangan parlemen negara-negara lain," demikian Arsi.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads