Seperti Jabar dan Jateng, Golkar Lampung Dukung Munas Digelar Januari 2015

Seperti Jabar dan Jateng, Golkar Lampung Dukung Munas Digelar Januari 2015

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 14:14 WIB
Seperti Jabar dan Jateng, Golkar Lampung Dukung Munas Digelar Januari 2015
Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Lampung Alzier Dianis Thabranie mengatakan Munas digelar awal 2015 dan tidak perlu lagi dipersoalkan. Dia pun menyebut kalau kubu Poros Muda serta sejumlah politisi senior Golkar yang ingin percepatan Munas tidak layak didengar.

"(DPD I Golkar Lampung) sepakat Munas digelar Januari 2015. Apa yang disampaikan Pak Fadel Muhammad itu sudah jelas. Jadi, apa lagi yang dipermasalahin," ujar Alzier saat dihubungi detikcom, Senin (13/10/2014).

Dia menegaskan sejauh apapun upaya Poros Muda serta sejumlah politisi senior seperti Zaenal Bintang yang mendesak percepatan Munas maka dinilainya tetap bakal percuma. Alzier menganggap kader yang ada di kubu tersebut tidak punya pengaruh di internal partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begini, Zaenal Bintang itu siapa? Dia itu apa di struktur kepengurusan Golkar. Kalau yang ngomong itu sekelas Jusuf Kalla atau Pak Akbar Tanjdung yang mantan ketum, atau siapa yang senior gitu itu ada nilai plus. Jangan yang disuruh ngomong malah orang yang dibenci kader Golkar. Ya, enggak bakal ketemu pengaruhnya," katanya.

Alzier pun menyebut Poros Muda dan politisi senior tersebut sebagai tentara bayaran. Selain tidak ada prestasi, dia menyindir Zaenal Bintang cs ini sengaja mencari manuver yang tidak penting.

"Semua orang kan tahu, mereka-mereka ini kan tentara bayaran. Nah, tentara bayaran ini orang disersi dikasih gaji. Kalau dia punya andil di partai pasti di dengar orang lah. Sekarang, ada enggak sih prestasi mereka di partai? Saya sedih sama mereka kenapa enggak cari kerjaan lain untuk kepentingan masa depan keluarganya," sebutnya.
Β 
Lantas, apakah Aburizal Bakrie atau Ical layak jika kembali mencalonkan sebagai ketum dalam Munas nanti? Alzier mengaku belum mengetahui keinginan Ical. Namun, kalau soal kelayakan, menurutnya hal itu tergantung kembali kepada orang yang menilai.

"Saya belum dengar dari beliau (Ical) mau maju lagi atau tidak. Kalau bicara layak atau tidak layak kan tergantung kepada orang yang memandang. Kalau memang layak kan tergantung sudut pandangnya," katanya.





(hat/trq)


Berita Terkait