"Kesan tertutup muncul karena sebelumnya Pak Jokowi selalu terbuka. Waktu dulu dia terlalu yakin kalau bisa membuat koalisi tanpa syarat, padahal konstelasi politik berubah," ujar Tantowi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2014).
Biar bagaimana pun eksekutif memerlukan dukungan dari partai politik. Sehingga, menurut Tantowi, tak mungkin jika partai tak mendapat apa-apa dari Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat pula dia mendengar adanya kabar bahwa politisi Golkar ada yang bakal diajak oleh Jokowi di kabinetnya. Namun Tantowi belum tahu secara pasti siapa politisi tersebut.
"Kalau pun ada dari Golkar yang jadi menteri, itu berarti dari kalangan profesional," pungkas Tantowi.
Wakil Presiden terpilih JK memastikan seleksi menteri Jokowi tengah berlangsung, namun tertutup. Ada alasan khusus seleksi digelar tertutup, agar tokoh yang gagal lolos tak merasa malu.
"Nantilah sebelum perkembangan tanggal 20 Oktober 2014. Boleh dari profesor, boleh dari parpol. Masih ada 10 hari, tenang saja, mapnya ada di dalam (kantor transisi), saya belum baca," kata JK di Kantor Transisi, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).
(bpn/trq)











































