Kisah Bocah Tasripin dan Hasil 'Blusukan' SBY di Twitter

Transisi Presiden

Kisah Bocah Tasripin dan Hasil 'Blusukan' SBY di Twitter

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 11:57 WIB
Kisah Bocah Tasripin dan Hasil Blusukan SBY di Twitter
Tasripin menangis usai menerima kiriman uang dari Presiden SBY
Jakarta -

Tasripin, bocah berusia 12 tahun itu terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah. Bukan untuk bersenang-senang dengan teman sebaya, atau malas belajar. Namun dia harus menggantikan peran sang orangtua, mencari nafkah untuk biaya pendidikan tiga adiknya.

Sang Ibu telah meninggal dunia, sementara ayahnya bekerja di sebuah perkebunan di Kalimantan. Walhasil Tasripin pun harus tinggal dengan tiga adiknya, jauh dari orangtua. Sayang kiriman uang dari sang ayah tak tentu dan lebih banyak telat datang. Kondisi ini memaksa Tasripin harus bekerja, mencari uang untuk menghidupi ketiga adiknya.

Hampir setiap hari dia pergi ke sawah, menjadi buruh tani bagi tetangga-tetangganya. Para tetangga sekitar kadang sering membantu memberikan nasi maupun lauk pauk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayang tempat tinggal Tasripin jauh di pelosok, yakni di Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Kabar perjuangan dan penderitaan anak pertama dari empat bersaudara itu pun luput dari pantau pejabat daerah, apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Beruntung sebuah media nasional kemudian mengangkat kisah hidup Tasripin dalam sebuah artikel. Kisah itu kemudian mendapat respon dari kalangan pegiat media sosial, baik di Twitter maupun Facebook.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga aktif di Twitter pun angkat bicara. "Kisah Tasripin, Banyumas, usia 12 tahun, yang menjadi buruh tani untuk menghidupi ketiga adiknya sungguh menggores hati kita," ujar SBY melalui akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono, Kamis (18/4/2013).

SBY kemudian meminta staf khususnya dan Gubernur Jawa Tengah untuk terjun dan membantu Tasripin. Politisi yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini juga mengajak masyarakat membantu bocah tersebut.

"Tasripin terlalu kecil untuk memikul beban dan tanggung jawab ini. Secara moral saya dan kita semua harus membantunya," kata SBY dalam kicauannya.

Tweet SBY ini ternyata menggerakkan banyak pihak, termasuk TNI yang bertindak cepat dengan merenovasi rumah Tasripin. Sebelumnya, Tasripin dan ketiga adiknya tinggal di rumah bilik kayu berukuran 5x7 meter. Di rumah sederhana itu, hanya ada satu kamar berukuran 3x3 meter dan dapur dengan tungku kayu bakar serta isi perabotan.

Renovasi rumah itu berlangsung hanya beberapa hari setelah tweet SBY. Dandim 0701 Banyumas Letnan Kolonel Infanteri Helmi Tachejadi Soerjono yang memimpin proses renovasi mengaku mendengar informasi Presiden SBY merespons nasib Tasripin. Karena itu, anggota TNI sangat antusias membantu Tasripin. Selain merehab rumah, TNI akan mengupayakan agar Tasripin bisa sekolah lagi.

Rumah Tasripin yang awalnya reyot dan dikelilingi semak-semak pun kini bersih dan kokoh dengan cat cukup kinclong.

Bagian dalam rumah terlihat lebih indah. Ruang tamu, kamar, dapur, dan bagian lainnya, dibersihkan. Di bagian belakang dibangun kamar mandi. Dipasang bak warna pink dan WC warna putih. Meski sederhana, kondisinya jauh lebih layak dibanding sebelumnya.

Staf Khusus Presiden SBY Bidang Pangan dan Energi, Hariyanto datang dari Jakarta untuk mengecek kondisi rumah tersebut. Dalam kesempatan itu, Hariyanto juga menyerahkan segepok uang dari SBY untuk Tasripin.

Tak diketahui berapa banyak bantuan uang dari SBY. Amplop besar berwarna cokelat itu tertutup rapat. Hanya terlihat segepok uang lembaran.

Awalnya, Tasripin tampak biasa menerima amplop itu. Tapi begitu amplop besar itu berisi uang berpindah tangan, ia terharu. Matanya berkaca-kaca, lalu air mata tak terbendung. Ia langsung dirangkul Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf Helmi Tachejadi Soerjono. Bocah lugu itu akan menggunakan donasi tersebut untuk melanjutkan sekolah.

"Pak SBY sangat bangga sekaligus terenyuh melihat kekuatan dan keteguhan Tasripin menghidupi adik-adiknya," kata Hariyanto di rumah Tasripin, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jumat (19/4/2013).

Anda bisa mengirim pesan bagi presiden SBY yang akan melepas jabatannya pada 20 Oktober dan mengucapkan selamat bagi Jokowi yang akan dilantik pada tanggal yang sama lewat transisipresiden.com. Kami juga menyediakan space khusus bila Anda ingin mengucapkan selamat kepada Jokowi baik secara personal maupun mewakili institusi atau perusahaan. Silakan langsung menghubungi sales@detik.com.

(imk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads