Kebakaran Semak di Australia, 9 Orang Tewas & 15 Hilang

Kebakaran Semak di Australia, 9 Orang Tewas & 15 Hilang

- detikNews
Rabu, 12 Jan 2005 11:20 WIB
Jakarta - Sedikitnya sembilan orang tewas akibat kebakaran semak yang melanda wilayah Australia Selatan. Ini merupakan kebakaran terburuk sejak tahun 1983 silam.Wakil Komisioner Kepolisian Australia Selatan, Gary Burns menyatakan, 15 orang lainnya masih belum diketahui nasibnya. Demikian seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald, Rabu (12/1/2005).Para korban yang meninggal akibat kebakaran yang mulai melanda Senina (10/1/2005) sore waktu setempat itu, sejauh ini belum diketahui identitasnya. "Akan butuh beberapa lama, mungkin berhari-hari sebelum identitas korban yang meninggal bisa dipastikan," ujar juru bicara Kepolisian, Kylie Walsh.Hari Rabu ini aparat menemukan satu jenazah lagi di Semenanjung Eyre. Jasad perempuan tersebut ditemukan di rumahnya di North Shields. Kemarin, delapan orang, termasuk dua anak-anak, tewas di dalam kendaraan mereka saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api.Lima orang dari para korban tewas itu ditemukan meninggal dalam dua kendaraan di sebuah jalan dekat kota Wanilla, Semenanjung Eyre. Tiga orang lainnya tewas dalam sebuah mobil di jalan raya Port Lincoln dekat kota Poonindie. Menteri Layanan Darurat Australia Selatan Patrick Conlon mengatakan bahwa skala kerusakan akibat kebakaran ini sangat mengejutkan. "Ini jelas kebakaran terburuk sejak Rabu Abu tahun 1983, tentu saja dalam hal jumlah korban, dalam hal kematian," ujarnya.Sekitar 28 orang tewas dalam bencana kebakaran Rabu Abu tahun 1983 di sebelah tenggara Australia Selatan dan Adelaide Hills. Sebanyak 47 orang lainnya meninggal dalam kebakaran di Vitoria.Sejauh ini kebakaran semak di Australia Selatan belum bisa diatasi. "Prioritas besar kami sekarang adalah bahwa api belum benar-benar dijinakkan," tukas Conlon. "Kami punya banyak pemadam kebakaran, sekitar 250 orang yang bekerja semalaman. Jadi kami harap bisa mengatasi ini sebelum kami mendapat masalah cuaca yang lebih serius besok," imbuhnya. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads