Perusahan Jepang Ini Bantah Sekoci yang Terdampar di Perairan Indonesia Miliknya

Laporan dari Jepang

Perusahan Jepang Ini Bantah Sekoci yang Terdampar di Perairan Indonesia Miliknya

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 08:06 WIB
Perusahan Jepang Ini Bantah Sekoci yang Terdampar di Perairan Indonesia Miliknya
Sakai - Dua sekoci keren berwarna oranye pernah terdampar di lepas pantai perairan Indonesia. Persisnya di Pantai Karangjambe, Jateng dan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Dua sekoci ini sama-sama membawa imigran gelap asal timur tengah. Mereka diduga kuat imigran gelap yang hendak ke Australia, namun otoritas negeri kangguru tersebut menolak. Sehingga sekoci itu akhirnya terdampar di perairan pantai di Indonesia.

Nah sekoci yang terdampat tersebut bentuk dan warnanya mirip sekali dengan yang diproduksi oleh Shigi Shipbuiding Co. Ltd perusahaan asal Jepang. Namun perusahaan tersebut membantah jika kapal itu adalah miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bukan sekoci kami," ujar General Manager Business Managing Departemen Shigi Shipbuiding Co. Ltd Junji Tachibana.

Sekoci ini digunakan puluhan imigran gelap dan terdampar di Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (5/2) malam. Sekoci modern yang membawa imigran gelap ini menimbulkan pertanyaan soal keterlibatan pihak Australia.

"Tapi kami menjual ke perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Mungkin saja dari salah satu dari mereka. Salah satunya ke perusahaan-perusahaan di Australia. Terkadang kami mendatangi negara-negara pembeli sekoci kami untuk memperbaiki jika ada masalah," jelasnya.

Pada 24 Februari 2014, lagi-lagi sekoci oranye seharga 46.000 dolar itu terdampar di pesisir Kebumen, Jawa Tengah. Sedikitnya ada 26 imigran gelap keluar dari sekoci ini.

Sementara media Australia, Sydney Morning Herald, menyebutkan pemerintah Australia telah mengembalikan para imigran gelap sebanyak tujuh kali ke Indonesia pada awal tahun ini. Tiga di antaranya menggunakan sekoci keren berwarna oranye, namun baru dua kapal yang dikabarkan mencapai pesisir selatan Pulau Jawa.

(mpr/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads