Sering Nonton Film Porno, Petugas Kebersihan ini Tega Lecehkan Bocah SD

Sering Nonton Film Porno, Petugas Kebersihan ini Tega Lecehkan Bocah SD

- detikNews
Senin, 13 Okt 2014 05:45 WIB
Jakarta - Seorang petugas kebersihan sebuah universitas di kawasan Tangerang Selatan hampir menjadi bulan-bulanan warga setelah ketahuan melakukan tindakan pelecehan seksual (sodomi) kepada seorang bocah SD. Pelaku dapat ditangkap setelah orangtua korban membuntuti anaknya saat bermain.

Dari informasi yang dihimpun, Senin (13/10/2014), aksi tersebut diketahui orangtua bocah ini โ€Žsetelah ayah korban curiga anaknya selalu mengeluh sakit dan mengeluarkan darah ketika buang air besar.
Namun si anak memilih untuk bungkam ketika ayahnya menanyakan penyebab luka tersebut.

Tak hilang akal, pada Sabtu (11/10) lalu, si ayah mencoba untuk memancing anaknya dengan memberi uang jajan untuk bermain Playstation (PS) di rental yang beradaโ€Ž di dekat rumah. Ketika diikuti, ternyata setibanya di rental, korban langsung dipepet oleh seorang pemuda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang ayah yang kaget langsung menghampiri si pemuda dan menginterogasinya. Kejadian tersebut menjadi perhatian para warga yang berkerumun.

Setelah diinterogasi oleh ayah korban, pelaku akhirnya mengakui bahwa dirinya telah melecehkan korban secara seksual di sebuah masjid. Hal tersebut dilakukan pelaku karena sering menonton film porno.

Mendengar hal tersebut, warga pun naik pitam dan korban hampir babak belur diamuk massa, sebelum akhirnya diserahkan ke ketua RW dan kepada polisi, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Unit IV PPA Mapolres Jakarta Selatan, Ipda Nunu ketika dihubungi, membenarkan peristiwa itu. Menurut Nunu, pelaku diketahui telah melakukan perbuatan bejat tersebut sebanyak 2 kali kepada korban dalam sepekan terakhir.

"Pertama pada 6 Oktober 2014 di rental PS tersebut. Lalu Jumat (10/10) di sebuah masjid," jelasnya.

Nunu menjelaskan, belum ada ditemukan korban lainnya. Sejauh ini, baru ada satu laporan yang disampaikan ke pihaknya terkait ulah pelaku ini.โ€Ž

"Untuk laporan, baru hanya ada korban ini, belum ada laporan soal adanya kabar dia melakukan hal serupa kepada korban lain," jelas Nunu.

"Lalu mengenai adanya dugaan kelainan seksual atau dugaan yang melatar belakangi pelaku melakukan itu, masih dalam pemeriksaan," tutupnya.

(rni/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads