Sempat Dobrak Gerbang, Massa Masuk ke DPRD Temanggung
Rabu, 12 Jan 2005 11:12 WIB
Temanggung - Massa sempat mendobrak pintu gerbang gedung DPRD Temanggung. Mereka berbuat begitu, karena ingin masuk ke gedung DPRD. Karena massa terus meminta, akhirnya Ketua DPRD Temanggung Bambang Soekarno meminta aparat kepolisian membuka saja pintu gerbang DPRD. Dan sejak pukul 10.50 WIB, Rabu (12/1/2005), dua pintu gerbang DPRD Temanggung yang terletak di sebelah selatan dan utara dibuka lebar-lebar. Aparat kepolisian yang sebelumnya menjaga dengan ketat, tampak melonggarkan pengamanan. Aksi unjuk rasa massa ini diikuti oleh sekitar 10 ribu warga Temanggung. Mereka berasal dari sekitar 20 kecamatan di Temanggung. Mereka memadati pintu gerbang DPRD dan jalan-jalan di sekitar alun-alun Temanggung sejak pukul 09.00 WIB. Massa meminta Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo mundur dari jabatannya. Sebenarnya, sejak berdatangan ke pintu gerbang gedung DPRD di Jl. Suprapto, massa mendesak agar diperbolehkan masuk ke halaman gedung DPRD. Namun, ratusan aparat kepolisian yang berjaga tidak memperbolehkannya. Akhirnya, massa meluber sampai ke alun-alun yang berjarak sekitar 300 meter dari gedung DPRD. Namun, massa tidak patah arang. Mereka terus merengek untuk masuk ke gedung DPRD, yang saat itu sedang digelar sidang membahas makin menguatnya tuntutan mundur terhadap bupati. Sampai akhirnya, sekitar pukul 10.30 WIB< massa mencoba mendobrak pintu gerbang. Tapi, aparat kepolisian mengingatkan massa agar bertindak tertib. Akhirnya, aksi mendorong pintu gerbang berhenti. Tapi itu hanya sesaat. Sekitar pukul 10.40 WIB, massa lagi-lagi mendobrak pintu gerbang. Sampai akhirnya Ketua DPRD Bambang Soekarno keluar dari ruang sidang dan menemui massa. Saat pidato di depan massa, Ketua DPRD meminta massa bertindak tenang dan tertib. Setelah menemui massa hanya beberapa menit, Bambang kembali menuju gedung DPRD. Namun, ketika sampai di teras gedung DPRD, Bambang meminta aparat kepolisian membuka pintu gerbang dan mempersilakan warga berkumpul di halaman gedung DPRD. Akhirnya sekitar pukul 10.40 WIB, pintu gerbang di utara dan selatan dibuka secara penuh. Massa pun kemudian berbondong-bondong masuk ke halaman gedung. Tapi, halaman gedung tidak bisa menampung semua demonstran. Akibatnya, sebagian massa tetap tertahan di jalan di depan gedung dan sekitar alun-alun. Saat memasuki halaman gedung DPRD, massa berteriak meminta bupati mundur. Sementara itu, akibat adanya aksi massa ini, banyak toko di sekitar alun-alun Temanggung dan Pasar Kliwon tampak tutup. Sejumlah pintu masuk kota saat ini juga ditutup sementara. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain.
(asy/)











































