Hujan lumpur itu melanda beberapa desa di sekitar gunung hingga Minggu sore. Terutama desa yang berada di Kecamatan Payung dan Kecamatan Tiganderket.
Di Desa Payung, Kecamatan Payung, hujan lumpur itu membuat warga kaget. Warga yang semula berada di luar rumah, langsung berlarian untuk berteduh.
"Hujan lumpurnya kecil, seperti butiran merica. Berwarna kelabu," kata G. Lubis, salah seorang warga di lokasi.
Hujan lumpur itu menutupi seluruh kampung. Kondisi jalanan pun menjadi licin karena lumpur yang jatuh membasahi abu yang sudah menumpuk di jalanan karena letusan tiga hari terakhir. Situasi jalanan itu diperparah dengan kabut tebal sehingga membatasi jarak pandang pengemudi.
Data di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat menyebutkan, hujan lumpur ini terjadi karena adanya guguran yang meluncurkan awan panas sejauh 2,5 kilometer ke arah Selatan.
Angin yang berhembus ke arah barat, membuat Kecamatan Payung dan Tiganderket, menjadi lokasi yang parah terdampak oleh material abu vulkanik.
(rul/try)











































