Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Kukuh Ribudiyanto mengatakan, di sebelah utara Papua, ada siklon tropis. Tekanan udara ini akan menarik uap air ke arah siklon.
Di langit Jakarta, kata Kukuh, sebenarnya sudah beberapa kali tertutup oleh awan. Namun karena adanya siklon tropis itu, maka uap air tidak sampai berubah bentuk menjadi hujan.
"Panasnya karena nggak ada awan atau uap air. Radiasi matahari jadi maksimal karena nggak ada daya serap atau filter istilahnya," kata Kukuh saat berbincang, Minggu (12/1/2014).
Keberadaan pohon seharusnya bisa menangkal radiasi sinar matahari yang masuk ke bumi. Namun semakin berkurangnya pohon, sedikit pula radiasi yang terserap.
Musim kemarau ini diprediksi akan berakhir mulai pertengahan Oktober hingga November. Depok dan Jakarta Selatan akan menjadi wilayah yang pertama kali disapa oleh hujan.
(mok/try)











































