"Sehubungan dengan upaya penanganan lumpur yang keluar di Muaro Jambi, dapat kami sampaikan, bahwa lubang air yang keluar sudah ditutup sore tadi oleh tim Pertamina EP Field Jambi," kata Humas Pertamina EP bernama Panji melalui pesan singkat ke detikcom, Sabtu (11/10/2014).
Menurut Panji, semburan lumpur tak terjadi lagi setelah ditutup. Sementara berdasarkan informasi, semburan ini telah terjadi sejak Juli 2014 dan telah menggenang seluas 1 hektar.
"Hasil pantauan sampai malam ini tidak ada lagi lumpur yang keluar dari lubang tersebut," ujar Panji.
Pertamina EP mendapatkan laporan semburan lumpur diduga akibat aktivitas seismik dengan rekanan PT Elnusa pada 9 Oktober 2014 sore. Pihak Pertamina EP juga melakukan uji laboratorium terhadap kandungan lumpur, yang disebut tak mengandung minyak dan gas.
โPenyebab pasti semburan ini sendiri masih diinvestigasi tim penanggulangan Pertamina EP. Semburan juga disebutkan berbeda dengan semburan lumpur di daerah eksplorasi Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.
(vid/fdn)











































