"Tergantung setelah tanggal 20 Oktober. Kalau Pak Suryadharma Ali menggelar Muktamar, maka tidak mungkin menjadi ketua umum lagi. Nah itu akan banyak ditentukan oleh ketua umum baru," kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (11/10/2014).
Tamliha mengatakan bahwa SDA tidak mungkin menjadi ketua umum lagi karena dia sudah menjabat selama 2 kali periode. Nantinya ketika Muktamar digelar di situlah PPP akan memiliki ketua baru dan menentukan arah di koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Tamliha mengatakan bahwa sesepuh PPP KH Maimun Zubair telah berpesan mengenai kisruh internal PPP.
"Pendiri PPP berpesan jika kamu berdebat berdua tentang isi ayat yang keruh di sungai, putuskan ketika air sedang sedang jernih. Oleh karena itu, kita menunggu ketua umum yang bisa diterima semua kader partai. Di situlah kami akan menentukan dengan jernih," ucapnya.
(dha/trq)










































