Dari rilis KBRI Tokyo yang diterima detikcom, Sabtu (11/10/2014), Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra dalam kata sambutannya mengatakan, resepsi tersebut rencananya diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus yang lalu. Akan tetapi karena padatnya kalender kegiatan masyarakat Jepang, termasuk beberapa libur panjang selama Agustus dan September, maka resepsi itu baru dapat diselenggarakan sekarang.
Resepsi diplomatik yang sekaligus digelar sebagai promosi budaya untuk lebih memperkenalkan Indonesia ke dunia luar ini betul-betul dirancang dengan nuansa Indonesia yang kuat. Tari Lengger Banyumasan yang dibawakan oleh para penari Jepang, misalnya, ikut tampilkan sebagai salah satu suguhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari kita tunjukkan secara elegan bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya serta berperadaban juga, sama seperti bangsa-bangsa lain. Termasuk juga sikap menjunjung tinggi budaya itu," lanjutnya.
Para undangan yang antara lain terdiri dari para petingggi Kedubes Amerika, Jerman, Rusia, para Dubes ASEAN, Kanada, Kepala Staf Angkatan Udara Jepang serta petinggi Kemlu dan Kemhan Jepang, banyak yang menyatakan rasa gembira mereka atas suasana resepsi. Termasuk pujian mereka kepada masakan Indonesia yang menyuguhkan Nasi Goreng.
“Kami merindukan acara seperti ini, apalagi selama 3 tahun terakhir, KBRI Tokyo telah
absen dalam menyelanggarakan resepsi diplomatik kemerdekaan Indonesia,” ujar seorang diplomat senior Jepang.
Mantan PM Jepang Fukuda yang ikut memberi kata sambutan serta memimpin acara toast menyampaikan pesan serupa di atas kepada Dubes Yusron. “Tampillah seperti ini sering-sering. Indonesia adalah negara besar dan penting. Karena itu, Indonesia harus selalu tampil dalam banyak kesempatan.” pesan Fukuda.
(rni/rvk)











































