"Kami mengusulkan agar kuota jemaah haji Indonesia dikembalikan kepada kuota awal sebelum dikurangi 20 persen. Karena harus disesuaikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa," kata Lukman Hakim di VIP Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat (10/10/2014).
Menurutnya, jumlah jemaah haji dikembalikan ke kuota normal harus dipertimbangkan kembali. "Kuota negara-negara lain yang tidak terserat habis bisa digunakan oleh indonesia," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta agar tenda-tenda di Arafah lebih tinggi dan tenda diberi fasilitas AC, padahal panasnya luar biasa. Ini kurang nyaman, saya meminta pemerintah Saudi Arabia memedulikan kondisi Arafah," ungkapnya.
Selain itu, Wakil Ketua DPP PPP ini juga mengeluhkan keterbatasan fasilitas toilet di Mina. Dari tahun ke tahun, permasalahan toilet ini seakan tidak pernah ada solusinya.
"Di Mina, lahan memang sudah sangat terbatas, saya mengusulkan untuk toilet bisa dibuat tingkat, kalau ke samping sudah tidak memungkinkan," ujarnya.
Terakhir, terkait slot time di Bandara Jeddah. Selama ini jemaah haji Indonesia harus tinggal selama 39 hari di Mekkah dan Madinah lantaran banyaknya jumlah jamaah haji.
"Begitu banyaknnya jemaah haji Indonesia membuat mereka harus antri, di Jeddah maksimal kita bisa 10 kloter perhari, saya minta agar slot time kita ditambah," tutupnya.
(tfn/rvk)











































