PDIP: Pertemuan Jokowi dan Pimpinan Parlemen Penting untuk Indonesia

PDIP: Pertemuan Jokowi dan Pimpinan Parlemen Penting untuk Indonesia

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 23:27 WIB
PDIP: Pertemuan Jokowi dan Pimpinan Parlemen Penting untuk Indonesia
Jakarta - Presiden Terpilih Joko Widodo bergerak cepat menemui pimpinan MPR, DPR dan DPD. PDIP menyebut pertemuan ini penting dalam rangka persiapan pelantikan dan hubungan masa depan pemerintahan Jokowi-JK.

"Presiden terpilih Joko Widodo bergerak cepat melakukan konsolidasi pemerintahan negara dengan mengadakan pertemuan dengan Ketua MPR, Ketua DPR dan Ketua DPD malam ini di Hotel Hermitage. Pertemuan tersebut sangat penting untuk menegaskan bahwa presiden terpilih siap bekerja sama dengan seluruh Lembaga tinggi negara, khususnya MPR, DPR, dan DPD," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada detikcom, Jumat (10/10/2014).

Pertemuan tersebut, kata Hasto, diagendakan khusus untuk menunjukkan kepada masyarakat dan pelaku pasar bahwa demokrasi yang berdasarkan musyawarah, melalui kerja sama antar lembaga tinggi negara dapat diwujudkan meskipun pimpinan lembaga tinggi tersebut berasal dari partai yang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan adanya pertemuan tersebut, maka berbagai isu terkait dengan adanya pihak-pihak yang akan menganggu pelantikan presiden pada tanggal 20 Oktober yang akan datang bisa dijawab melalui komitmen dari para pemimpin lembaga tinggi tersebut untuk bisa duduk bersama dan saling berdialog," ujarnya.

PDIP, masih kata Hasto, telah menerima konfigurasi pimpinan DPR, DPD dan MPR saat ini. PDIP move on dan menilai bahwa dengan konfigurasi pimpinan MPR dan DPR seperti saat ini akan menjadi daya pendorong bagi Jokowi-JK untuk membentuk kabinet kerja dan sekaligus program-program kongkrit pro rakyat.

"Ketika mekanisme check and balances tercipta, maka kualitas demokrasi bisa ditingkatkan dengan syarat semua meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalalnya," ujarnya.

"Dengan demikian seluruh persoalan bangsa dapat di dialogkan. Ketika para pemimpin Lembaga tinggi negara tersebut bersatu, maka tidak ada satupun kekuatan luar yang bisa memecah belah Indonesia sebagaimana hal terjadi di Irak, Syria dan lain-lain," imbuh mantan Deputi Kepala Staf Kantor Transisi ini.

(trq/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads