Sri meluncur dari ruangan Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di lantai dua gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/10/2014) sore. Perlahan dia menuju ke lift lalu memencet tombol turun. "Motor saya ada di bawah, ayuk yang mau ikut lihat," kata dia.
Begitu pintu lift terbuka, Sri yang saat itu mengenakan baju batik ungu tersenyum lebar. Dia menunjukkan motor modifikasinya yang sudah membawanya berpetualang dari Aceh hingga ke Jakarta sejak tanggal 5 September sampai 9 Oktober 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lengkap, ada remnya, ada giginya juga di sebelah kiri, dan saya juga pakai SIM,โ kata Sri, sambil menunjukkan tuas gigi yang dimodifikasi seperti tuas mobil.
Dengan sarana motor itu, Sri tetap bebas beraktifitas dan mengaku tak takut naik motor. Wanita berjilbab putih itu membuktikannya dengan melintasi pulau Sumatera sendirian, dari titik nol di Pulau Sabang.
Kampanye itu dilakukannya untuk membuktikan bahwa meski difabel, pada dasarnya dia tetap bisa melakukan pekerjaan aktif seperti berkendaraan. Namun menurutnya akan lebih membantu jika pemerintah memberikan akses.
Wanita yang bekerja di United Cerebral Palsy (Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia) melakukan perjalanan panjang untuk berkampanye bagi kaum difabel. Dia menemui pemerintah tiap daerah yang dikunjunginya dan meminta agar pemerintah memberikan tempat bagi para difabel, baik dalam sarana umum maupun akses pendidikan.
"Karena kalau misalnya terhambat dengan akses, misalnya nggak bisa sekolah, otomatis setelah dewasa kami nggak bisa bersaing di dalam dunia pada umumnya. Padahal kalau diberikan kesempatan, pada dasarnya kami sama seperti teman-teman lain," ucapnya.
Wanita umur 41 tahun itu berujar tubuhnya lumpuh separuh dari perut ke bawah karena pernah kecelakaan pada 1997. Setelah itu dia hampir selalu berdiam diri di kamar. Dia sulit beraktifitas sendiri karena memang tak mudah jika tidak ada sarana.
Tapi suatu saat, rekan-rekan Sri dan beberapa sponsor memberikan bantuan dengan memodifikasi motor untuknya. Semangat dan keberanian Sri terpupuk. Dia terdorong untuk membagikan semangat yang sama pada orang difabel lainnya.
Sri sudah pernah melakukan kampanye dengan naik motor dari Jakarta ke Bali pada Mei 2013 lalu. Tahun ini, dia kembali melakukan hal yang sama di rute AcehโJakarta. Sri akan menutup perjalanan panjangnya dengan menemui Presiden terpilih Joko Widodo rencananya pada tanggal 12 Oktober depan di Tugu Proklamasi.
(ros/sip)











































