Aksi ini digelar di halaman parkir Stasiun Senen. Puluhan warga yang mayoritas laki-laki ini duduk bersila sambil membawa kertas berisi penolakan kenaikan harga tiket kereta api.
"Sekarang harga tiket kereta api ekonomi naik 3 kali lipat dari harga sebelumnya. Terus terang kami keberatan," kata salah anggota aksi asal Wates, Wahono (49) di Stasiun Senen, Jl Senen Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulunya Rp 60 ribu, Sekarang Rp 150 ribu. Jauh sekali naiknya," keluh pria yang telah bolak-balik Jakarta-Yogyakarta sejak tahun 1999 ini.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh pria asal Solo, Fikri (28). Ia berharap pemerintah akan mengembalikan harga tiket kereta ekonomi seperti sedia kala.
"Ya kalaupun harus naik, jangan sampai Rp 100 ribu lah," pintanya.
Meski demikian, ia mengaku saat ini fasilitas kereta api di Indonesia sudah jauh lebih baik. Namun jika subsidi dihapuskan, rakyat kelas menengah seperti dirinya tak dapat kembali menikmati fasilitas kereta api.
Aksi demo ini berlangsung kondusif. Belasan polisi tampak berjaga di sekitar para pendemo. Sekitar pukul 21.00 WIB, demo mulai bubar dengan tertib.
(kff/rni)











































