NasDem: Jika Jadi Menteri, Kader PKB Juga Harus Lepas Jabatan Parpol

NasDem: Jika Jadi Menteri, Kader PKB Juga Harus Lepas Jabatan Parpol

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 16:34 WIB
NasDem: Jika Jadi Menteri, Kader PKB Juga Harus Lepas Jabatan Parpol
Jakarta - Partai NasDem menegaskan kalau kadernya siap melepas jabatan di parpol jika nanti ditunjuk Jokowi-JK menjadi menteri di kabinet. Ketua DPP Nasdem Victor Laiskodat berharap partai di Koalisi Indonesia Hebat, seperti PKB, harus siap melepas atribut parpol kalau kadernya ada yang ditunjuk sebagai menteri.

"Gaya politik Jokowi itu gaya baru. Menteri harus lepas jabatan itu menarik. Itu tegas karena terobosan yang menarik. Jadi, siapapun termasuk dari PKB saya harap itu harus juga bisa (lepas jabatan parpol)," ujar Victor dalam diskusi politik di Restoran Horapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).

Dia menyebut kalau tidak ingin melepas jabatan parpol lebih baik kader dalam koalisi tidak usah maju terus sebagai menteri. Victor mencontohkan kader NasDem yang punya peluang masuk kabinet seperti Patrice Rio Capella justru memilih sebagai anggota dewan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kayak Sekjen saya di partai. Dia mencintai jabatan di parpol. Maka dia pilih jadi anggota dewan. Karena juga kami sudah sepakat kalau wajib melepas struktur jabatan di kabinet," sebutnya.

Viktor menambahkan parpol harus kuat dan tidak tergantung dengan beberapa kader jika nanti memang ditunjuk menjadi menteri. Menurutnya, tugas menteri itu jangan dibebani dengan pemikiran di parpol.

"Kita harus melepas atribut parpol, jangan dibebani dengan pikiran parpol. Kalau ditempatkan itu untuk berkembangnya partai ini dan mendapat kesan baik. Parpol itu sifatnya inklusif dan jangan tergantung satu atau dua orang. Teman-teman koalisi saya rasa setuju," katanya.

Lantas, apakah NasDem sudah menyiapkan sejumlah kader buat di kabinet Jokowi-JK? Dia mengaku partainya sudah ada sejumlah nama dan siap melepaskan atribut jabatan di parpol .

"Ya kami ada Akbar Faisal, Ferry Baldan, Siti Nurbaya. Ini harus melepas jabatan parpol," tuturnya.

(hat/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads