Siswi SMK yang Bayinya di Tempat Sampah Masih Dirawat, Ini Kata Keluarga

Siswi SMK yang Bayinya di Tempat Sampah Masih Dirawat, Ini Kata Keluarga

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 15:15 WIB
Bogor - N (18), siswi kelas 2 SMK di Bogor yang diduga merupakan ibu dari bayi yang ditemukan sudah dalam bentuk tengkorak karena terbakar, hingga kini masih dalam perawatan di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor. Ia belum bisa diperiksa.

NM (45), ayah N mengaku tidak banyak tahu kejadian yang menimpa anaknya. Ia hanya menyebut anaknya melahirkan karena keguguran. Hal tersebut, kata NM, diketahui dari keterangan beberapa tetangga.

"Ada yang bilang, anak saya jatuh di kamar mandi. Terus bayinya lahir. Saya ngga ngerti, saya ngga tahu kejadiannya," kata NM kepada wartawan di RS Cibinong, Jumat (10/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NM mengatakan, saat peristiwa terjadi, Selasa, (7/10), ia baru saja tiba di rumah usai bekerja. "Pokoknya waktu itu rumah sudah ramai, banyak tetangga. Anak saya pingsan," katanya.

NM mengaku panik dan langsung membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Ia tidak sempat mengecek temuan mayat bayi dalam kondisi terbakar di tempat sampah di sekitar rumahnya.

"Ada yang bilang bayinya dibawa (dibuang) ke samping (rumah). Pas itu saya cuma mikirin kondisi anak saya," kata NM.

Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini mengaku sudah sejak tiga hari lalu berada di rumah sakit untuk menemani N. Sejak adanya penemuan mayat bayi terbakar, NM mengaku belum pernah diperiksa kepolisian.

N adalah anak pertama dari tiga bersaudara. NM menyebut dua anak lainnya masih kecil. Sementara istrinya sudah meninggal sejak 4 tahun lalu. "Di rumah tinggal saya sama anak saya aja. Istri saya sudah meninggal, 4 tahun lalu," kata NM.

Bayi nahas itu ditemukan pedagang sate keliling di tempat sampah, Selasa (7/10). Kondisi bayi sudah tidak utuh. Hanya tersisa tengkorak, tulang, dan tali pusar korban. Setelah ditelusuri, sang ibu diduga kuat adalah N. Polisi masih menyelidiki peristiwa ini.

(try/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini