Kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical) kembali digoyang oleh sejumlah kader muda dan senior partai berlambang beringin itu. Namun Ical santai, karena para penggoyangnya dianggap tak punya suara di partai.
"Yang ngomong siapa sih? Suara saja nggak punya, ngomong," kata Ical dalam wawancara di acara syukuran Koalisi Merah Putih (KMP) bersama 300 anak yatim di Masjid Al Bakrie, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Jumat (10/10/2014).
Gerakan penggulingan Ical ini kembali digulirkan oleh Eksponen Ormas Tri Karya Golkar ο»Ώ(EO-TKG) dan Poros Muda Golkar. Kedua komunitas ini meminta Musyawarah Nasional (Munas) digelar secepatnya. EO-TKG meminta Munas digelar paling lambat Desember 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua komunitas ini mengultimatum Ical agar segera membentuk kepanitiaan Munas paling lambat dua pekan dari ultimatum, yang dikeluarkan Kamis (9/10) kemarin. Jika tidak dipenuhi, maka kedua komunitas itu akan membentuk kepanitiaan sendiri.
(aws/trq)










































