Siswa SD Rawamangun ke Ms Baek dan Ms Lee: Di Mana Bisa Beli Mainan Itu?

Siswa SD Rawamangun ke Ms Baek dan Ms Lee: Di Mana Bisa Beli Mainan Itu?

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 14:30 WIB
Siswa SD Rawamangun ke Ms Baek dan Ms Lee: Di Mana Bisa Beli Mainan Itu?
Ms Lee Jee-Haer dan Ms Baek Ji-Young (Edward/ detikcom)
Jakarta - Ms Lee Jee-Haer (30) dan Ms Baek Ji-young (24) dua guru asal Korea mengaku kesulitan memahami bahasa Indonesia. Hal ini sangat wajar, lantaran keduanya baru pertama kali mengikuti program pertukaran guru ke Indonesia.

"Untuk pertama-tama agak kesulitan karena di sini memakai Bahasa Indonesia. Akan tetapi saya sedikit-sedikit mencoba belajar supaya bisa mengerti," ujar Ms Baek Ji-young saat berbincang-bincang dengan detikcom di ruang kerja Kepala Sekolah SDN 12 Rawamangun, Jakarta Timur Jumat (10/10/2014).

Ms Baek sendiri baru lulus kuliah dan telah mengikuti seleksi ujian penempatan guru. Sementara Ms Lee sendiri tengah melanjutkan pendidikannya untuk S-2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Korea kami mengajar sekolah untuk pemerintah. Lee sudah mengajar di SD Seoul Moonjung," ujar Ms Baek.

Ms Baek menceritakan dalam program pertukaran guru oleh pemerintah Korea. Dirinya sudah kedua kali mengikuti program tersebut.

"Untuk ke Indonesia ini yang pertama kali. Sebelumnya saya pernah ikut program pertukaran guru di Amerika," imbuhnya.

Ia mengatakan tata cara pengajaran di Korea dan Indonesia tidak jauh berbeda. Meski begitu jika membandingkan dengan sekolah dasar di Amerika, kurikulum dan tata cara pengajaran di Indonesia dan Korea jauh berbeda.

"Selama dua bulan di Indonesia kami hanya memperkenalkan budaya dan tata cara bahasa kami. Sebagai pengantar pengajaran kepada murid, kami menggunakan bahasa Inggris," tuturnya.

Sementara Ms Lee mengaku anak didik di sekolah itu sangat antusias. Proses pembelajaran pun dilakukan semenarik dan semudah mungkin.

"Untuk pengenalan budaya, kami mengemas ke dalam bentuk permainan tradisional Korea lalu mempersentasikan dalam bentuk power point," kata Lee.

Proses pembelajaran itupun diakui menjadi daya tarik bagi anak didik di SDN 12 Rawamangun Pagi. Sehingga mendorong dan memotivasi siswa untuk belajar.

"Pernah waktu itu ada anak murid yang bertanya dimana bisa membeli permainan, padahal ini permainan tradisional kami," ujar Lee disambut tawa rekannya.

Kepala Sekolah SDN 12 Rawamangun Jumhana Muhtar mengatakan proses pembelajar yang dibawa guru asal Korea itu sangat efektif. "Apa yang mereka tawarkan ke anak murid dengan proses pembelajaran yang dikemas menjadi permainan itu sangat menarik," kata Jumhana.

Diakuinya kurikulum pendidikan di Indonesia sangat jauh berbeda dengan Korea. Sehingga wajar jika pendidikan kita tertinggal jauh.

"Saya sempat bertanya kepada mereka bagaimana proses pembelajaran di Korea dan mereka menjelaskan kalau di tiap kelas sudah terdapat jaringan internet dan Infokus sehingga guru tinggal persentase dan menerapkan pembelajaran ke murid dengan sedikit modifikasi," ungkapnya.

(edo/gah)


Berita Terkait