"Mereka harus melakukan aksi dengan damai," kata Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana kepada Jumat (10/10/2014).
Sani, sapaan Triwisaksana, menjelaskan aksi rusuh Ormas yang mengusung nama Islam bisa berpotensi menciderai nama baik Islam itu sendiri. Maka sudah seharusnya FPI harus menghindari cara-cara aksi kekerasan dalam demonstrasinya.
"Tindakan kekerasan itu dapat mencoreng wajah umat Islam secara keseluruhan, tidak hanya mencoreng FPI saja," tutur Sani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara politik, DPRD akan membuka pintu aspirasi terhadap apapun masukan mereka. Kirim saja delegasi untuk berdialog dengan DPRD," ujar Sani.
FPI menyatakan aspirasi untuk menolak Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama untuk menjadi Gubernur. Apakah aspirasi semacam ini akan diakomodasi DPRD?
"Tentu saja kita harus memperhatikan aspek substansi dari aspirasi tersebut. Juga, frekuensi serta besaran kelompok yang menyampaikan aspirasi," kata Sani.
Fraksi PKS DPRD DKI, sebagai anggota Koalisi Merah Putih, menyatakan pihaknya tak berurusan dengan aksi-aksi jalanan seperti yang dilakukan FPI.
"KMP itu hanya melakukan perjuangan politik legal dari DPRD, tidak menggunakan aksi jalanan," tandas Sani.
(dnu/ndr)










































