Angka Kematian Ibu dan Bayi Turun di Masa SBY

Transisi Presiden

Angka Kematian Ibu dan Bayi Turun di Masa SBY

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 13:18 WIB
Angka Kematian Ibu dan Bayi Turun di Masa SBY
Jakarta - Selama 10 tahun memerintah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai berhasil meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu buktinya adalah lewat angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang menurun dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang dikutip detikcom pada Jumat (10/10/2014), angka kematian bayi (AKB) pada tahun 2003 adalah sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup. Angka ini turun pada tahun 2012 menjadi 32 per 1000 kelahiran hidup.

Sementara itu, pencapaian pada peningkatan kesehatan ibu ditunjukkan dengan penurunan angka kematian ibu (AKI), serta perbaikan kinerja program antara lain meningkatnya cakupan kunjungan pertama (K1) dan kunjungan minimal 4 kali selama kehamilan (K4), meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih dan meningkatnya cakupan persalinan di fasilitas kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hal pengendalian penyakit TB, Indonesia berhasil mencapai target TB pada MDGs. Prevalensi HIV/AIDS dijaga di bawah 0,3 persen melalui pencegahan dan pengobatan. Selain itu, lebih dari 50 persen kasus malaria telah berhasil ditekan melalui pengendalian malaria terpadu yang mengintegrasikan pengendalian malaria dengan program kesehatan ibu dan anak.

Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan persalinan, pemerintah meningkatkan jumlah cakupan jaminan kesehatan serta meluncurkan Jaminan Persalinan (Jampersal). Sementara itu untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya, pada tahun 2010 dikembangkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

(imk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads