Lumpur di Muaro Jambi Dekat Sungai, Pertamina EP: Kami Juga Khawatir

Lumpur di Muaro Jambi Dekat Sungai, Pertamina EP: Kami Juga Khawatir

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 11:54 WIB
Lumpur di Muaro Jambi Dekat Sungai, Pertamina EP: Kami Juga Khawatir
Jakarta - Semburan lumpur di Desa Muara Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, berada di dekat Sungai Pijoan. Masyarakat sekitar khawatir lumpur akan masuk ke sungai dan merusak ekosistem.

"Kami juga khawatir itu, kalau sampai ke sungai. Untuk menghindarkan itu, kami lakukan upaya-upaya supaya tidak meluas," kata Humas PT Pertamina EP, Panji, kepada detikcom, Jumat (10/10/2014).

Panji menyatakan Pertamina EP telah mengirim tim ke lokasi untuk melakukan uji lab kandungan lumpur dan observasi karakter semburan. Jika terus meluas, tidak menutup kemungkinan tanggul dibuat di bibir sungai agar tidak terkontaminasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita belum tahu kandungan lumpur itu apa. Tim kami juga sudah 24 jam bekerja. Kita lihat dulu opsi-opsinya, kalau bisa dihentikan (semburan lumpurnya) ya kita hentikan. Kalau opsinya tanggul ya kita buat, tapi semua masih diobservasi," ujar Panji.

Pihak Pertamina EP, menurut Panji, menerima laporan semburan lumpur ini pada Kamis (9/10) sore. Namun menurut informasi, warga mengetahui semburan yang diduga akibat kegiatan seismik 3D Barbosela itu sejak Juli 2014.

"Kita bersama gubernur Jambi dan Bupati Muaro Jambi sama-sama cek ke lokasi. Kita bareng-bareng pemerintah setempat menangani ini. Saya belum dapat laporan luas wilayah yang terdampak," tutup Panji.

Sebelumnya dikabarkan, semburan lumpur ini terjadi di lahan milik warga setempat, dan kegiatan seismik itu dilakukan bersama rekanan PT Elnusa selaku pelaksana. Disebutkan pula lumpur telah melebar hingga 1 hektar dengan kedalaman setengah meter. Namun Panji masih menunggu laporan dari tim di lapangan untuk mengkonfirmasi kabar tersebut.

"Belum dapat gambaran seperti apa, apa berdekatan dengan rumah warga? Kalau iya, kita akan segera penanganan hentikan semburan agar tak berdampak ke rumah warga, biar nggak meluas," tutup Panji.

(vid/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads