"Kami juga khawatir itu, kalau sampai ke sungai. Untuk menghindarkan itu, kami lakukan upaya-upaya supaya tidak meluas," kata Humas PT Pertamina EP, Panji, kepada detikcom, Jumat (10/10/2014).
Panji menyatakan Pertamina EP telah mengirim tim ke lokasi untuk melakukan uji lab kandungan lumpur dan observasi karakter semburan. Jika terus meluas, tidak menutup kemungkinan tanggul dibuat di bibir sungai agar tidak terkontaminasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Pertamina EP, menurut Panji, menerima laporan semburan lumpur ini pada Kamis (9/10) sore. Namun menurut informasi, warga mengetahui semburan yang diduga akibat kegiatan seismik 3D Barbosela itu sejak Juli 2014.
"Kita bersama gubernur Jambi dan Bupati Muaro Jambi sama-sama cek ke lokasi. Kita bareng-bareng pemerintah setempat menangani ini. Saya belum dapat laporan luas wilayah yang terdampak," tutup Panji.
Sebelumnya dikabarkan, semburan lumpur ini terjadi di lahan milik warga setempat, dan kegiatan seismik itu dilakukan bersama rekanan PT Elnusa selaku pelaksana. Disebutkan pula lumpur telah melebar hingga 1 hektar dengan kedalaman setengah meter. Namun Panji masih menunggu laporan dari tim di lapangan untuk mengkonfirmasi kabar tersebut.
"Belum dapat gambaran seperti apa, apa berdekatan dengan rumah warga? Kalau iya, kita akan segera penanganan hentikan semburan agar tak berdampak ke rumah warga, biar nggak meluas," tutup Panji.
(vid/nrl)











































