Gubernur Ganjar Ingin Sejumlah Pembangkit Listrik Segera Dibangun di Jateng

Gubernur Ganjar Ingin Sejumlah Pembangkit Listrik Segera Dibangun di Jateng

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 00:59 WIB
Gubernur Ganjar Ingin Sejumlah Pembangkit Listrik Segera Dibangun di Jateng
Purbalingga, - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memperhitungkan pasokan listrik di Jawa Tengah akan mengalami krisis pada 2017. Itu dikarenakan pasokan listrik yang ada hampir tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan, sehingga dibutuhkan adanya tambahan pembangkit yang mampu menutupi peningkatan kebutuhan tersebut.

"Sekarang ini saja kita, Jateng sudah warning, kekurangan listrik. Di mana-mana sudah terjadi pemadaman," kata Ganjar dalam kunjungannya ke Banyumas dan Purbalingga, Kamis (9/10/2014).

Menurut dia, kekeringan yang terjadi di Jawa Tengah juga sangat berdampak pada operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sehingga menyebabkan pasokan air berkurang dan produksi listrik yang dihasilkan menurun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada musim kering seperti sekarang, PLTA yang ada di Jateng seperti PLTA Mrica di Banjarnegara tidak mampu menghasilkan listrik secara maksimal, sehingga pasokan listrik juga menjadi berkurang. Karena, PLTA sangat bergantung pada pasokan air. Begitu pasokan air berkurang, secara otomatis, produksi listrik juga menurun," ujarnya.

Selain itu, pemadaman yang sering terjadi bukan hanya dikarenakan berkurangnya pasokan listrik dari PLTA, tapi juga dikarenakan pasokan listrik sudah tidak bisa lagi memenuhi semua kebutuhan. Sehingga dibutuhkan pembangkit baru.

“Saat ini saja, Jateng membutuhkan pasokan listrik hingga 3.500 megawatt (MW) dan saat ini terkadang tidak terpenuhi, sehingga ada sejumlah daerah yang terkena pemadaman,” jelasnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya terus mendorong pembangunan pembangkit listrik dan ditargetkan pada 2017 mendatang, produksi listrik di Jateng bisa mencapai 5.000 MW. Baik yang memanfaatkan bahan bakar batubara, geotermal ataupun yang menggunakan tenaga matahari. Apalagi, wilayah Jateng sangat kaya dengan energi panas bumi, yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik.

“Ada sejumlah pembangkit yang tengah dibangun di antaranya adalah PLTU Bunton di Cilacap dan sejumlah pembangkit listrik tenaga panas bumi. Dari beberapa proyek pembangunan pembangkit listrik, memang yang masih mengalami kendala adalah PLTU Batang,” jelasnya.

Meskipun begitu, dia mengakui jika dirinya masih tetap ingin menjalankan pembangunan PLTU di Batang. Namun, karena ada persoalan, maka pihaknya tidak akan memaksakan dan jika tetap mentok maka dia berencana akan memindahkan ke lokasi lain.

“Saya tidak akan memaksakan pembangunan PLTU di Batang, walaupun saya masih tetap ingin melanjutkan. Makanya sampai sekarang dicarikan jalan keluar. Jika memang tidak bisa, apa boleh buat, tidak kemudian kami memaksakan pembangunannya," jelasnya.

Tapi untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut, Ganjar juga meminta agar masyarakat dapat mendukungnya supaya bisa bersama-sama mengatasi permasalahan krisis listrik yang terjadi di Jawa Tengah.

"Jangan asal tolak kalau tidak tahu persoalannya. Kalau semua protes dan menolak, bagaimana kita bisa mengatasi masalah ini," ungkapnya.



(arb/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads