"โYang PIHK memang ini betul-betul di luar kita sama sekali. Tentunya PIHK dan kekhususasannya tentu fasilitasnya di atas reguler. Tapi ternyata masih ada yang terlantar," sesal Menag.
Hal ini disampaikan Menag di acara silaturahim Amirul Hajj dengan wartawan Media Center Haji di Restoran Ramesses di โtepi pantai Jeddah, Kamis (9/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang kesalahan ada di PIHK tentu sesuai dengan ketentuan kita bisa memberi sanksi sesuai dengan kesalahannya," ancamnya.
16 jamaah haji khusus tersebut diberangkatkan ke Tanah Suci oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Rihlah Alatas Wisata Tour and Travel.
โPerusahaan yang terdaftar di PIHK resmi Kemenag tersebut memungut biaya Rp 110 juta dari jamaah plus tiket dari Palembang ke Jakarta Rp 2 juta dan Biaya Manasik Haji Rp 2,5 juta.
Jamaah memang sempat mendapatkan perlakuan manis waktu di Madinah yakni mendapatkan hotel dekat Masjid Nabawi.โ Demikian pula waktu awal datang ke Makkah sempat tinggal di Zam Zam Tower. Namun setelah itu mereka ditempatkan di lokasi yang tak nyaman sama sekali. Padahal sudah hampir sebulan ada di Arab Saudi.
Waktu wukuf maupun mabit di Mina, mereka tak mendapatkan tenda layaknya jamaah haji Khusus. ''Di Arafah kami tinggal di satu tenda yang isinya lebih dari 200 orang dan di dalam tenda sangat panas. Sepertinya di tenda haji reguler. Demikian pula waktu di Mina satu tenda berjubel isinya. Pada saat pulang dari Mina menggunakan satu bus yang isinya untuk dua bus dan saya tidak mendapat tempat duduk melainkan berdiri terus,'' ungkap salah seorang jamaah dengan nada kesal.
Kisahnya tak berhenti di situ. Saat pemberangkatan pun mereka ditelantarkan. 16 jamaah tersebut sempat transit 12 jam di Turki. Janjinya akan ada wisata saat transit, tapi janji tinggal janji.
''Tapi kenyataannya selama 12 jam kami ditaruh di depan WC, makannya pun selama 12 jam hanya diberi sepotong ayam dan kentang. Kami mau beli sendiri tidak siap dengan uang Turki," keluh bapak-bapak dalam rombongan jamaah itu.
Kini selama di Makkah mereka ditempatkan di rumah sederhana yang berjarak lebih dari 8 km dari Masjidil Haram. Tak ada fasilitas angkutan maupun kesehatan, mereka juga tidur berdesakan di kamar berisi 10 orang jamaah.
(van/fjp)











































