"Yang kita lihat Jamin Ginting ilmunya bagus, orangnya clear, intelektual bagus, cuma kita khawatir dia orang yang tidak mau ambil resiko, dari pengacara jadi dosen. Nanti di KPK maunya yang (mengedepankan aksi) pencegahan," ujar anggota panelis Rhenald Kasali kepada wartawan.
Hal ini diungkapkannya usai wawancara terbuka dengan 6 kandidat di Kemenkumham, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (9/10/2014). Meski demikian, dikatakan Rhenald, hasil psikotes Jamin menunjukkan bebas dari 'kecacatan' hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini juga memuji sosok Ahmad Taufik, salah seorang kandidat yang berprofesi sebagai jurnalis salah satu media di tanah air. Namun satu hal yang disayangkannya hingga sempat memunculkan keraguan independensi Taufik, seperti yang dicecarkannya sewaktu wawancara terbuka berlangsung.
"Dia problemnya selama jadi wartawan dia melakukan hal-hal yang tidak tertulis, jadi lawyer. Itu jadi catatan-catatan kami. Kami pansel terdiri dari orang yang berbeda-beda tapi lihat dari berbagai sisi," sebutnya.
Sementara itu, ia menilai baik Roby Arya Brata, calon yang bekerja sebagai Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri Sekretariat Kabinet RI. Menurutnya, dia menjadi salah satu kandidat yang menarik. Akan tetapi, emosinya masih mudah meluap-luap.
"Roby adalah kandidat yang menarik dia mempunyai pressure yang kuat melakukan perubahan, tapi emosinya meledak-ledak. Kita ingin di KPK emosinya stabil," kata Rhenald.
"Yang emosinya stabil siapa?" pancing wartawan.
"Kalian tahu ada 2 orang yang punya emosi stabil, tapi saya tidak bisa memberikan apa yang diputuskan bersama-sama," jawabnya sambil tersenyum.
Ketika ditanya soal sosok Busyro Muqqodas, Rhenald menilai penampilan Wakil Ketua KPK tersebut kalem dan tenang setiap menjawab pertanyaan yang diajukan pansel. Apakah dia menjadi salah satu kandidat yang berpeluang besar lolos, dia tak menjawab spesifik.
"Busyro bagus, saya kira jawabnya sistematis, memberi penjelasan, memberi klarifikasi, tidak ada beban dan kasusnya tidak ada. Busyro adalah kandidat yang menarik," kata pria yang juga kerap menjadi motivator ini.
"Hasil tes kita semua orang yang hidupnya sederhana. Ini cerminan karena mereka sederhana atau mereka bodoh nggak mau kehidupan yang lebih baik," lanjutnya.
Selain memiliki emosional yang stabil, pansel juga mencari orang yang memiliki integeritas tinggi terhadap pemberantasan korupsi. Dengan harapannya, ke depan lembaga ini bisa lebih maju dan baik lagi.
"Komitmen memberantas korupsi, komitmen Pak Busyro dan beberapa orang lagi kuat. Tapi komitmen harus didukung kompetensi, rekam jejak, integeritas dan bukan orang yang berwacana tapi harus mengesekusi sebelum bola ditendang orang lain," jelasnya.
Ia pun bersama pansel lainnya langsung mengadakan rapat tertutup untuk membahas dan mengevaluasi hasil wawancara para kandidat. "Ini kita mau rapat," tutupnya.
Rencananya, dua nama yang nanti terpilih akan diajukan ke presiden untuk diserahkan ke DPR pada 13 Oktober 2014. Dia pun berharap DPR dapat memilih pimpinan KPK dari dua nama yang disodorkannya secara objektif.
(aws/vid)











































