"Itu silakan saja, sepanjang yang mau direvisi punya benang merah dengan kepentingan orang banyak. Jika direvisi agar memiliki kekuatan menekan, itu yang tidak bisa dibiarkan," kata Zainal dalam konferensi pers di Resto Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).
"Statemen akan merevisi UU itu menurut saya bisa memunculkan adanya ketidakpastian hukum. Pengusaha akan merasa terganggu dan bisa mengakibatkan nilai tukar merosot," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana mungkin bank milik asing bisa punya saham sebesar 99 persen dan sampai ke daerah-daerah. Sementara itu bank kita, katakanlah BCA saja mau buka cabang di Malaysia saja susahnya minta ampun," tutur Tantowi, di DPR, Kamis (9/10).
(rna/trq)











































