Ariel Sharon Ucapkan Selamat pada Mahmoud Abbas

Ariel Sharon Ucapkan Selamat pada Mahmoud Abbas

- detikNews
Rabu, 12 Jan 2005 07:00 WIB
Jakarta - Pemerintah Israel menunjukan sikap hangat atas terpilihnya Mahmoud Abbas sebagai Presiden Palestina. Setelah Presiden Israel Moshe Katsav, kini giliran Perdana Menteri Ariel Sharon yang menyampaikan selamat kepada pengganti Yasser Arafat ini.Dilaporkan kantor berita The Associated Press, Rabu (12/1/2005), Sharon secara khusus menelpon Abbas untuk mengucapkan selamat. Ini adalah sinyal positif dari Israel untuk bersedia bekerja sama dengan pemimpin baru Palestina setelah bertahun-tahun memboikot kepemimpinan Arafat.Kedua pemimpin negara yang terlibat konflik laten ini juga setuju melakukan pertemuan. Dijadwalkan pertemuan akan berlangsung dua pekan ini tapi belum ditentukan waktu persisnya.Menurut sebuah pernyataan dari kantor Sharon, Sharon mengucapkan selamat kepada Abbas atas pencapaian pribadinya dan kemenangannya dalam pemilu dan mendoakan semoga sukses. "Keduanya setuju untuk melanjutkan dialog dalam waktu secepatnya."Disebutkan dalam pembicaraan selama sepuluh menit itu Sharon juga menawarkan kerja sama pada Abbas. "Saya menawarkan pada Anda kerja sama kami."Kemenangan Abbas pada pemilu presiden Minggu (9/1/2005) kemarin memang membuka harapan akan adanya lembaran baru dalam hubungan Palestina-Israel. Atmosfer politik Israel menyambut positif pula terpilihnya Abbas itu. Dan terbentuknya koalisi pemerintahan baru Israel membuka jalan bagi pelaksanaan mundurnya Israel dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.Deputi Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert menyebut Abbas sebagai pemimpin yang menjanjikan. Salah seorang penasihat senior PM Sharon, Dov Weisglass, diberitakan telah mengontak Menteri Keuangan Palestina Salam Fayyad, tanpa ada konfirmasi isi pembicaraan mereka. Dilaporkan, Brigade Martir Al-Aqsa (sayap militer faksi Fatah) siap menghentikan intifada apabila pemimpin baru Palestina memintanya. Mereka juga siap bergabung dengan lembaga keamanan dan mendukung keputusan politik pemimpin Palestina baru.Namun begitu jalan menuju perdamaian tidak akan mulus. Sebab, sebagai prakondisi untuk berdialog, Israel menuntut pemerintah baru Israel untuk mengendalikan kelompok garis dan menghentikan aksi-aksi kekerasan.Tapi, aksi kekerasan yang dilakukan militan Palestina bukan tindakan yang berdiri sendiri. Salah seorang pemimpin Hamas, Hassan Yusuf, misalnya rakyat Palestina dalam keadaan mempertahankan diri dan hak mereka melakukan perlawanan. "Siapa pun yang menyerukan perdamaian, baik Abu Mahzen maupun lainnya, harus disertai jaminan internasional untuk melindungi rakyat Palestina," ujar Yusuf.Jadi pertanyaannya, apakah ada jaminan internasional, dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai pendukung setia Israel, untuk melindungi rakyat Palestina? (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads