"Saya pernah dicalonkan oleh PDIP, ditawarin jadi bupati. Tapi banyak orang mengira saya masuk PDIP. Hanya dapat SK saja tapi nggak ada komunikasi dengan PDIP sebelumnya. Saya menolak masuk partai dan tidak pernah masuk partai," ujar Wayan di Kemenkumham, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (9/10/2014).
Meski mengaku tidak memiliki afiliasi dengan PDIP, Ketua DPD Bali ini mengatakan pernah menggerakkan 800 relawan untuk saat menyambut Jokowi ketika berkampanye di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota panelis juga menanyakan jika dia harus memilih salah satu dari calon pimpinan KPK yang turut diajukan ke Presiden dan DPR, maka Wayan memilih Busyro Muqqodas.
"Kelimanya bagus. Kalau saya diharuskan memilih 1, saya akan memilih Pak Busyro," kata Wayan.
Wartawan sempat mengonfirmasi alasan memilih Busyro untuk bersama-sama diajukan ke DPR 13 Oktober nanti. Ia menjawab hanya nama itu saja yang terlintas di benaknya saat ditanya panelis.
"Ya nama itu saja yang terlintas," pungkasnya.
(aws/vid)











































