Khawatir Dijegal KMP, Relawan Siap Antar Jokowi Menuju Istana

Khawatir Dijegal KMP, Relawan Siap Antar Jokowi Menuju Istana

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2014 13:17 WIB
Khawatir Dijegal KMP, Relawan Siap Antar Jokowi Menuju Istana
Jakarta -

Relawan siap mengantar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di hari pelantikan pada 20 Oktober 2014 nanti. Melalui media sosial Twitter mereka berusaha menggalang partisipasi masyarakat dengan tanda pagar #Geruduk.

#Geruduk merupakan akronim dari Gerakan Rakyat Dua Puluh Oktober. Dalam salah satu poster yang diunggah ke Twitter mereka menulis, "20 Oktober 2014 You Will Never Walk Alone".

Di poster lainnya ditulis, "Tegakah kita biarkan mereka mengucilkannya dari rakyat? Berjalan sendirian usai dilantik?". Semua poster itu lengkap dengan foto Jokowi. Ada pula yang menggunakan latar belakang ribuan rakyat yang memadati Gelora Bung Karno, Jakarta dalam konser salam dua jari pada 5 Juli lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerakan ini muncul setelah ada kekhawatiran pelantikan Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih dihambat oleh Koalisi Merah Putih di Majelis Permusyawaran Rakyat. "Skenario elite mengkudeta pelantikan Jokowi akan menghadapi gelombang kemarahan rakyat," kata Ketua Umum PDI Perjuangan Pro Jokowi (PROJO) Budi Arie Setiadi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (9/10/2014) di Jakarta.

Sebelumnya Ketua MPR terpilih Zulkifli Hasan pun meyakinkan bahwa tak akan ada agenda menjegal atau pun menjatuhkan pemerintahan Jokowi-JK.

"Itu pikiran aneh saja, saya kira kita harus utamakan persatuan kesatuan. Apalagi lembaga MPR perekat perbedaan, yang penting kita sukseskan agar pembangunan sukses, pemerintahan sukses dari pusat sampai daerah. Tidak ada niatan yang tadi itu," kata Zulkifli usai dilantik sebagai Ketua MPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Mantan Menteri Kehutanan itu pun siap menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober nanti.
"Agenda terdekat kita tanggal 20 mendatang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, harus betul-betul kita sukseskan karena jadi tonggak keberhasilan demokrasi kita," ujar mantan Menhut itu.

(erd/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads