Digital Education Book Indonesia Go International

Laporan dari Jerman

Digital Education Book Indonesia Go International

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2014 12:42 WIB
Digital Education Book Indonesia Go International
Frankfurt - Selain buku cetak, delegasi Indonesia juga membawa buku pendidikan dalam bentuk digital. Digital book dari Amazing Edu Software ini bahkan sudah go international.

"Digital book ini akan lebih memudahkan anak-anak dalam belajar, sehingga anak-anak tidak perlu text book lagi," kata Hary Sudiyono selaku Managing Director of Amazing Edu Software di FBF, Frankfurt, Jerman, Kamis (9/10/2014).

Digital book ini dibuat berdasarkan kurikulum pendidikan yang sesuai standar. Sejauh ini, kurikulum pendidikan yang sudah diaplikasikan ke dalam digital book baru mata pelajaran fisika dan matematika saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan digitaal book ini, diharapkan para siswa akan lebih tertarik untuk mempelajari mata pelajaran matematika dan fisika. Sebab, dengan digital book ini para pelajar tidak akan merasa bosan.

"Karena digital book ini lebih interaktif dan materinya lebih mirip gaming, sehingga lebih memudahkan dalam belajar," ujarnya.

Hary menyadari, era globalisasi akan mengubah gaya hidup masyarakat dari manual ke era digital. Untuk itu, ia membuat perangkat lunak yang memprogram kurikulum pelajaran bagi pelajar SMP hingga perguruan tinggi dalam digital book.

"Kami bekerjasama dengan lembaga pendidikan swasta maupun negeri. Kurikulum pendidikan di sekolah ini kami kembangkan ke dalam software," katanya.

Saat ini, digital book yang dikembangkan Hary ini sudah digunakan di 10 ribu sekolah di Indonesia dan 33 ribu sekolah di luar negeri yang di antaranya 19 ribu sekolah di Belanda, Singapura, Malaysia, Filipina, Inggris, Kolombia dan lain sebagainya.

Hary menambahkan, ia juga sudah bekerjasama dengan Microsoft dalam pengembangan digital book ini.

"Kita partner Microsoft pertama di dunia," ucapnya.

Sebagai perusahaan yang sudah go internasional, digital book Interactive ini bersaing dengan perusahaan serupa seperti Edu Media Science milik Inggris, Explore Learning milik Amerika serta Polandia dan Prancis.

(mei/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads