Siapkah Indonesia Menghadapi Pasar Bebas ASEAN Tahun Depan?

Siapkah Indonesia Menghadapi Pasar Bebas ASEAN Tahun Depan?

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2014 11:37 WIB
Siapkah Indonesia Menghadapi Pasar Bebas ASEAN Tahun Depan?
Ilustrasi (dok. detikcom)
Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai masih banyak pekerjaan rumah untuk menyambut Pasar Bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Sektor yang perlu dibenahi adalah kapasitas inovasi, kapabilitas teknologi, dan kemampuan industri yang masih rendah," kata Kepala Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIPI Dr Trina Fizzanty.

Hal ini disampaikan Trina saat memberi sambutan dalam Forum Pengembangan IPTEK dan Inovasi Nasional 2014 di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (9/10/2014). Menurut Trina, kekurangan itu semua di atas dapat dilihat dari rendahnya jumlah paten dibanding dengan negara ASEAN lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambah lagi, berdasarkan hasil riset Pappitek tahun lalu, begitu sedikitnya industri nasional yang bisa menembus pasar ASEAN bahkan global. Para industri tersebut juga baru pada tataran ekspor. Belum ditemukan indsutri yang berinvestasi pada litbang di negara lain seperti Tiongkok.

"Strategi ke depan perlu diarahkan pada penciptaan industri dengan nilai ekonomi tinggi. Selain itu, industri harus menjadikan Iptek dan inovasi sebagai strategi meningkatkan kontribusi Indonesia terhadap kemajuan ekonomi nasional dan negara-negara kawasan ASEAN," ulasnya.

Plt Kepala LIPI Dr Ir Akmadi Abbas menambahkan, Indonesia seharusnya bisa melihat MEA sebagai hal yang positif dengan catatan tertentu. Melalui perdagangan bebas, menurutnya setiap pemain akan berkompetisi untuk memenangkan persaingan.

"Perdagangan bebas dapat dianggap sebagai suatu hal yang positif jika pemain yang berperan di dalamnya memiliki berbagai kemampuan yang mumpuni, salah satunya bidang inovasi dan teknologi," jelas Akmadi.

Dia menjelaskan, konsekuensi utama dari MEA yang akan mulai berlangsung pada akhir 2015 adalah ASEAN (termasuk Indonesia) sebagai pasar tunggal dan menjadi basis produksi dari beberapa hal. Mereka adalah aliran bebas barang, aliran bebas jasa, aliran bebas investasi, aliran modal yang lebih bebas, dan aliran bebas tenaga kerja.

"Inti pokoknya adalah kerjasama antar negara-negara ASEAN dalam membentuk kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN," paparnya.

(sip/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads