Sepupu Mayang, Lily (36), menceritakan Mayang memiliki beberapa makanan favorit saat tinggal di Bali. "Saat saya libur kerja dari Ubud, pasti disuruh masak sambel jengkol, kikil tumis, cabai hijau dan ikan tongkol yang diberi sambal," ujarnya kepada detikcom saat ditemui di kediaman Mayang di WPARK Residence S 8, Kerobokan Badung, Rabu (8/10/2014) malam.
Selain makanan, menurut Lily, Mayang juga gemar mengonsumsi minuman bersoda. Paling tidak, setiap makan, setidaknya dua kali sehari Mayang selalu meminta minuman bersoda sebagai paduan makanan favoritnya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui di tempat berbeda, teman Mayang, Albert mengatakan Mayang adalah sosok pekerja keras. Dia dan Mayang memiliki kesamaan. Misalnya sama-sama hobi memelihara anjing. Bahkan Mayang sempat bercita-cita menjadi peternak anjing. Di Brisbane, Mayang kadang menjual anjing-anjingnya jika ada yang berminat.
"Kata terakhir dari saya cuman tanya "Mak Bully" (panggilan Mayang) apa kabar. Setelah itu, dia (Mayang) tidak ada kabar. Yang ada cuman kabar dia meninggal," tukasnya.
Mayang memiliki rumah di Bali. Rumah berlantai 2 dan bernuansa minimalis itu dititipkan ke sepupunya, Lily. Di samping rumah itu, ada kandang anjing berukuran 2 x 10 meter. Oleh Lily dan temannya, Mayang dikenal menjadi donatur tetap di sebuah panti asuhan anak yatim di kawasan Denpasar.
(try/try)










































