"Minimal (dari pendapatan itu) kita bisa perbaiki yang lain. Untuk operasikan bus tingkat untuk kompensasi ERP, untuk benahi pengelolaan bus TransJakarta," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014).
Selain itu, pendapatan dari retribusi parkir liar dan derek yang terus bertambah tiap harinya, juga akan disalurkan pada anggaran PSO (Public Service Obligation) PT Transportasi Jakarta. Dengan begitu, tarif dari moda transportasi TransJ juga akan tetap bisa terjangkau karena pemerintah mensubsidi tiketnya lewat skema PSO itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ahok mengaku cukup puas dengan parkir meter yang diujicoba di jalan Sabang, Jakarta Pusat. Sistem ini disebutnya berhasil mengatasi kebocoran pendapatan dari sektor parkir. Jika biasanya setoran ke pendapatan daerah hanya berkisar Rp 500 ribu, lewat parkir meter pendapatan yang bisa diraup minimal Rp 7 juta per hari.
Sementara penerapan derek parkir liar sistem setor langsung, dalam sebulan ini jumlah yang terkumpul mencapai Rp 179,5 juta. “Jumlah retribusi sejak tanggal 8 September hingga 7 Oktober 2014 ini sebesar Rp 179.500.000,” kata Safrin Liputo, Ketua Bidang Pengendalian Operasi Dishub DKI Jakarta.
(ros/mok)











































