Pertemuan Tingkat Menteri PBB Bahas Dana Kemanusian Tsunami
Rabu, 12 Jan 2005 01:40 WIB
Jakarta - Kantor Koordinasi untuk Urusan Kemanusiaan PBB (UN-OCHA) mengharapkan negara-negara anggota PBB menyampaikan komitmen baru tentang dana kemanusian bagi negara-negara Asia Selatan dan Tenggara yang terkena bencana gempa dan tsunami. Menurut rilis dari Perutusan tetap Indonesia pada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi-organisasi Internasional lainnya di Jenewa yang diterima detikcom, Selasa (11/1/2005).Dijelaskan, komitmen ini baik dalam bentuk uang tunai maupun barang. Dengan komitmen baru ini diharapkan diperoleh gambaran komprehensif untuk menetapkan kebutuhan mendesak maupun jangka panjang yang mencakup bantuan darurat, pemulihan dan rehabilitasi.Harapan UN-OCHA, yang dipimpin Jan Egeland, Koordinator Bantuan Darurat PBB dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan Kemanusiaan, ini disampaikan dalam pertemuan tingkat menteri mengenai bantuan kemanusiaan bagi korban tsunami di Markas Besar PBB Jenewa, Selasa (11/1/2005). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi KTT ASEAN mengenai Tsunami di Jakarta 6 Januari lalu. Dalam konperensi ini OCHA telah menyampaikan perkembangan terakhir mengenai komitmene dan jumlah sumbangan yang telah diterima, penyalurannya, serta tantangan utama yang dihadapi.Konperensi dihadiri wakil-wakil dari Inter-Agency Standing Committee (IASC) -- yang dibentuk tahun 1992 untuk memperkuat koordinasi di bidang bantuan kemanusiaan dan beranggotakan antara lain UNICEF, UNDP, FAO, World Food Programme, WHO, UN Population Fund, UN High Commissioner for Refugees, OCHA,ICRC, IFRCRC, IOM, Office of the High Commissioner for Human Rights dan World Bank -- juga negara-negara donor dan yang potensial menjadi donor, negara-negara anggota PBB umumnya dan organisasi-organisasi internasional lainnya, di samping negara-negara korban Tsunami itu sendiri.Indonesia dalam konperensi ini diwakili delegasi yang dipimpin Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati, dan didampingi oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Dr. Makarim Wibisono dan unsur-unsur Bappenas, Deplu dan PTRI Jenewa .Dalam sambutannya Sri Mulyani menyatakan penghargaannya kepada PBB yang telah mendukung terselenggaranya pertemuan tingkat menteri ini untuk mengkoordinasikan upaya-upaya bantuan darurat, rekonstruksi dan rehabilitasi di negara-negara yang terkena musibah.
(gtp/)











































