Pemprov Jatim akan Bangun 1.000 Unit Rumah untuk Warga Aceh

Pemprov Jatim akan Bangun 1.000 Unit Rumah untuk Warga Aceh

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2005 22:05 WIB
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng Institut Teknologi Surabaya 10 Nopember (ITS) akan membangun 500 sampai 1.000 unit perumahan murah bagi korban gempa dan tsunami di Aceh. Upaya ini untuk meringankan beban masyarakat Aceh yang tertimpa musibah. Demikian dikatakan Gubernur Jawa Timur, H Imam Utomo dalam rapat membahas pembangunan perumahan untuk warga Aceh, di ruang Kertanegara Kantor Gubernur Propinsi Jawa Timur, Jl Pahlawan Surabaya, Selasa (11/1/2004).Menurut Gubernur, pembangunan rumah murah sebagaimana usulan dari ITS Surabaya bersama Pemprop Jatim merupakan bukti bahwa masyarakat Jatim sangat tergugah hatinya atas musibah yang terjadi di Aceh.Pelaksanaan pembangunan rumah sederhana ini akan dibagi dalam tiga kelompok yaitu tenaga kerja akan dikerahkan dari Kodam, angkutan bahan-bahan akan dikerahkan dari TNI AL, sedangkan Pemprop Jatim atas seizin DPRD Jatim akanmenyediakan sebagian dana guna memenuhi kebutuhan pembangunan rumahnya. "Saya mengharapkan kepada para pengusaha serta yayasan yang ada di Jatim apabila masih ada dana di lembaga masing-masing supaya bisa dikumpulkan menjadi satu di pemprov untuk dihimpun dan dikumpulkan menjadi rumah," jelasnya. Sementara itu Rektor ITS Surabaya Prof. Dr. M. Nuh DEA mengataka munculnya ide dan konsep rekonstruksi untuk masyarakat Aceh ini didasari rasa keprihatinan saat melihat kamp-kamp pengungsi yang secara medis maupun sosial tidak sehat. Sehingga perlu relokasi tempat yang memenuhi standar baik secara medis maupun sosial. Kedua, adanya empati dari masyarakat Jatim yang sangat tinggi untuk membantu warga di Aceh yang dikemas dalam bentuk konkrit dan riil serta langsung bisa dimanfaatkan dalam waktu yang lama.Menurut Nuh, ide pembangunan rumah murah menggunakan konsep kesederhanaan, artinya pembangunan rumah dengan menggunakan teknologi yang sederhana, bahan yang homogen, pelaksanaan yang tidak memerlukan keahlian khusus, cepat untuk dibangun, mudah direalisasikan serta murah dalam pembiayaan.Dijelaskan Nuh, rumah yang akan dibangun secara modular artinya rumah tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan serta dapat dijadikan sebagai fasilitas publik seperti sekolah, balai, puskesmas dan lain sebagainya. Spesifikasi struktur sangat simple karena dengan bahan-bahan 90 persen terbuat dari kayu. Secara lengkap, rumah inti dan fasilitas pendukungnya untuk satu unit rumah dapat dikerjakan oleh lima orang dalam waktu 10 jam, dengan analisis biaya sebesar 9,5 juta dan angka keamanan sebesar 5 persen, sehingga total biaya tidak kurang dari 10 juta dengan tingkat ketahanan empat hingga lima tahun. Dari hasil pemaparan yang disampaikan Rektor ITS Surabaya, para pengusaha dan Yayasan yang hadir menyatakan dukungan yang tinggi atas rencana yang diprakarsai oleh Pemperop Jatim bersama dengan ITS.Hal ini terbukti dengan kesanggupan dari PT. Ispatindo untuk membantu serta semangat disampaikan oleh Kasdan V Brawijaya untuk membantu tenaga maupun transportasi yang nantinya dibutuhkan untuk kelancaran pembangunan perumahan di Aceh. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini