Diduga Terinfeksi Flu Burung, Ratusan Itik di Banyumas Mati Mendadak

Diduga Terinfeksi Flu Burung, Ratusan Itik di Banyumas Mati Mendadak

- detikNews
Kamis, 09 Okt 2014 01:34 WIB
Diduga Terinfeksi Flu Burung, Ratusan Itik di Banyumas Mati Mendadak
Banyumas - Sejak seminggu terakhir ratusan itik yang diternakkan oleh warga di Desa Lesmana, kecamatan Ajibarang dan Desa Cikebulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas Jawa Tengah mati mendadak.

Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas menduga matinya ratusan itik tersebut akibat terinfeksi virus flu burung atau Avian Influenza (AI).

"Dilihat gejalanya, arahnya memang flu burung. Tapi kami belum bisa memastikan, karena saat ini masih menunggu hasil observasi di lapangan," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakan) Banyumas, Sugiyatno kepada wartawan, Rabu (8/10/2014).

Dari hasil pengecekan langsung petugas Dinnakan di kedua lokasi tersebut, pihaknya mengaku belum bisa mengidentifikasi secara pasti penyebabnya. Karena untuk mengetahui penyebab matinya ratusan itik tersebut perlu diteliti di laboratoritum Balai Besar Veteriner di Yogyakarta.

Sedangkan sampel bangkai itik yang telah mati sudah dibuang oleh peternak. Adapula yang sudah dibakar dan dijadikan pakan lele dumbo sehingga pihaknya mengaku kesulitan. Saat ini yang bisa dilakukan Dinnakan hanya sebatas memberikan cairan disinfektan untuk mencegah penularan penyakit unggas lainnya.

"Jika sudah menyerang ke tubuh, sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu, kami memerlukan laporan secepatnya dari peternak ketika terjadi sesuatu sehingga bisa meminimalkan dampak serangan penyakit," kata Jan Arijadi, Petugas dari Dinnakan yang mengecek langsung ke lokasi.

Sementara menurut Warman, peternak itik di Desa Lesmana, mengatakan sudah seminggu terakhir sebanyak 250 ekor itik yang diternaknya mati. Sebelum mati, itiknya mengalami gejala kejang, mata putih dan rabun, serta sempoyongan. Saat disentuh, itik kelabakan dan tidak bisa berjalan normal.

"Gejalanya terjadi ketika pagi hari. Banyak yang sudah tergeletak mati. Dalam sehari bisa mencapai 30 ekor itik yang mati," jelasnya.

(arb/rmd)


Berita Terkait