Jamaah haji reguler dipulangkan ke Tanah Air mulai besok. Sehari jelang kepulangan tercatat sebanyak 138 jamaah haji meninggal di Tanah Suci.
Sedangkan jamaah yang masuk perawatan tercatat berjumlah 225 orang. Sebagian besar adalah jamaah risiko tinggi (risti). Demikian data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Rabu (8/10/2014) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi.
Dari 138 orang yang meninggal, 128 berasal dari jamaah reguler dan 10 lainnya dari haji khusus. Jamaah terbanyak meninggal berasal dari embarkasi Solo (26) dan Jawa Barat (26), diikuti Surabaya (18), Medan (10), Jakarta (10), Batan (9),Makassar (7), Padang (6), Palembang (6), Balikpapan (3), Aceh (3), Lombok (3), dan Banjarmasin (1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paling banyak jamaah sakit pada saat Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina). Saat jamaah melakukan wukuf di Padang Arafah banyak yang mengalami dehidrasi. Banyak diantaranya yang terserang heat stroke.
BPHI Makkah menerima 84 pasien dari Pos Kesehatan di Mina. Sebagian besar terkena gangguan pernafasan. Kepala BPHI Makkah Agus Widyatmoko menuturkan, jamaah terkena bulu karpet yang jadi alas tempat tidur, sehingga banyak jamaah yang punya penyakit paru-paru kambuh.
Faktor kelelahan saat melempar jumrah karena jarak yang jauh dari tenda penginapan juga menjadi penyebab banyaknya jamaah yang sakit usai Mabit di Mina.
(van/rmd)











































