"Ada dua upaya yang dilakukan polri, upaya yang pertama adalah kita membentuk tim untuk melakukan upaya paksa penangkapan. Satu tim lagi kita berupaya untuk secara persuasif dengan melalui beberapa tokoh-tokoh yang di kelompok mereka (FPI)," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Heru Pranoto di kantornya, Rabu (8/10/2014).
"Termasuk tokoh yang di luar kelompok mereka, termasuk tokoh-tokoh Islam tentunya untuk mengimbau atau memberikan pengertian agar bisa menyerahkan diri, ternyata dia memilih langkah datang ke sini diantar, didampingi oleh pengacaranya," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan di lokasi Rabu (8/10/2014), sekitar pukul 18.25 WIB, ada lima orang kerabat dan keluarga Novel βyang datang ke Dirkrimum, empat laki-laki dan satu orang perempuan. Kendati begitu mereka tidak bisa bertemu dengan Novel dan langsung meninggalkan Polda.
"Sebetulnya bukan menyerahkan diri, niat baik saja dari dia. Kemarin kemarin itu kan dia sakit jadi pulang ke rumah, itu aja," kata Kakak Sepupu Novel, Firdaus ketika akan meninggalkan Dirkrimum.
Firdaus menyebutkan bahwa saat ini Novel dalam keadaan sehat. Tapi dia enggan menjelaskan dimana selama ini keberadaan Novel.
"Ya posisi, tungguin aja, bukan kapasitas bicara soalnya," tuturnya
(idh/ndr)











































