"Tim DVI sudah sampling DNA orangtua yang bersangkutan," kata Direktur DVI Polri Kombes Anton Castilani dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Rabu (8/10/2014).
Sampel tersebut saat ini berada di laboratorium DVI untuk dianalisa. Hasilnya nanti diserahkan ke otoritas hukum di Australia guna kepentingan penyelidikan.
"Mudah-mudahan profil DNA-nya bisa diserahkan ke otoritas Australia awal minggu depan," kata Anton.
Mayang dibunuh secara keji oleh suaminya sendiri Marcus Peter Volke (28) pekan lalu. Tubuhnya dimutilasi dan ditemukan ada di atas panci. Banyak yang menduga, potongan tubuh itu akan dimasak.
Polisi akhirnya menguak pembunuhan ini setelah para tetangga mencium bau tak sedap dari kediaman Mayang. Sementara Volke sempat kabur, hingga akhirnya bunuh diri tak jauh dari lokasi dengan cara menggorok lehernya sendiri.
(ahy/ndr)











































