Tim Penyelidikan Pemalakan Aparat di Aceh Dibentuk
Selasa, 11 Jan 2005 18:31 WIB
Jakarta - Wakil Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan di NAD Brigjen TNI Suroyo Gino menyatakan telah membentuk tim untuk menyelidiki pungutan liar yang dilakukan aparat keamanan terhadap relawan yang akan masuk Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Tim merupakan gabungan TNI dan Polri. "Kami telah membentuk tim khusus yang bergerak tanpa diketahui oleh umum. Saya sudah koordinasi dengan Kapolda," kata Suroyo kepada wartawan di Lapangan Udara TNI AU Malikul Saleh, Lhokseumawe, Selasa (11/1/2005). Sejumlah relawan mengaku telah dipalak oleh aparat keamanan saat akan masuk Aceh. Komite Relawan Independen misalnya mengaku diharuskan oleh aparat berseragam membayar Rp 40-50 ribu perorang untuk bisa masuk Tapak Tuan, Aceh Selatan. Suroyo meminta masyarakat yang mempunyai informasi soal pemalakan itu memberikan laporan detail terutama mengenai lokasi kejadiam. Kepada prajurit yang melakukan pemalakan akan dikenai tindakan tegas. "Pimpinan TNI AD dan Polri sudah menekankan kepada prajurit agar tak berbuat yang aneh-aneh dan itu akan ditindak tegas," tandas Suroyo.
(iy/)











































