Frankfurter Buchmesse 2014 yang diselenggarakan di Frankfurt, Jerman, merupakan salah satu pameran buku terbesar di Eropa yang diikuti oleh Indonesia. Dalam ajang internasional ini, Indonesia memperkenalkan seni dan budaya bangsa lewat buku-buku karya anak bangsa.
"Kita ingin memperlihatkan kepada internasional kekayaan budaya kita ini lewat Frankfurt Bookfair ini, " kata Sekjen Kemendikbud Prof Ainun Na'im kepada wartawan di Frankfurt, Jerman, Rabu (8/10/2014).
Ainun mengatakan, Indonesia memiliki beragamb suku dan bangsa yang memberikan warna kebudayaan Indonesia. Sebagai negara yang multikultural, dia yakin banyak negara yang tertarik untuk mempelajari Indonesia lebih jauh lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia sebagai negara kepulauan yang berdiri sejak zaman kerajaan hingga sekarang ini memiliki warisan budaya yang terus berkembang.
"Yang penting adalah kita kan punya budaya dan sastra yang kaya, dan keberadaannya ini kan bisa kita telusuri sejak ratusan tahun lalu. Sejak zaman Hindu Budha, bahkan ada karya-karya seperti Arjuna Wiwaha, zaman Mataram, kemudian sampai zaman modern mulai dari zaman kemerdekaan ada pujangga baru sampai sekarang," paparnya.
Dalam Frankfurt Bookfair ini, Indonesia membawa sebanyak 65 orang delegasi yang terdiri dari penulis, penerbit, sastrawan, budayawan, desain interior, dan chef. Di antaranya adalah Dewi Lestari, Ayu Laksmi, Slamet Raharjo, Goenawan Muhammad, Wiliam Wongso, Imelda Akmal.
Selain itu, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hadir sebagai ketua delegasi yang dipimpin oleh Wamendikbud Bidang Kebudayaan Dr Wiendu Nuryanti. Indonesia juga membawa penerjemah bahasa asing untuk menerjemahkan buku dalam bahasa Indonesia bahasa Inggris dan Jerman.
Dalam pameran buku ini, delegasi Indonesia membawa 900 buah buku seperti buku anak, buku sastra, fiksi, non-fiksi, buku kuliner yang beberapa di antaranya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Tidak hanya itu, Indonesia juga menampilkan digital book yang akan digunakan untuk pendidikan.
Buku-buku tersebut dipajang di booth Indonesia di Hall D. Adapun, booth Indonesia memiliki luas sekitar 12x6 meter tampil menarik dengan menonjolkan ornamen kayu.
(mei/ndr)











































