Setelah Tsunami, TNI-GAM 34 Kali Kontak Senjata
Selasa, 11 Jan 2005 18:03 WIB
Lhokseumawe -
Selama 2 minggu setelah terjadi gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), telah terjadi 34 kali kontak senjata antara pasukan TNI dengan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dari kontak senjata itu 101 anggota GAM dan 1 anggota TNI tewas. Demikian disampaikan Wakil Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan di NAD Brigjen TNI Suroyo Gino kepada wartawan di Lapangan Udara TNI AU Malikul Saleh, Lhokseumawe, Selasa (11/1/2005). Kontak senjata terpaksa dilakukan karena GAM tak memenuhi seruan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melakukan genjatan senjata. GAM justru mengganggu pengiriman logistik bantuan untuk korban gempa. "GAM juga menghadang pasukan TNI di jalan dan berusaha melakukan penyusupan ke rumah-rumah penduduk," kata Suroyo. Dari kontak senjata dengan GAM, TNI menyita 38 pucuk senjata api. TNI telah menambahkan 60 pos TNI untuk pengamanan pengiriman logistik. Untuk setiap kendaraan pengirim bantuan yang akan masuk ke Aceh dikerahkan 1 batalyon kawal. TNI juga ditempatkan di kanmp pengungsian untuk memonitor penyusupan GAM.
(iy/)










































