Cerita Soal Ketahanan Air, Ahok Mengaku Dendam Pada PAM

Cerita Soal Ketahanan Air, Ahok Mengaku Dendam Pada PAM

- detikNews
Rabu, 08 Okt 2014 11:41 WIB
Cerita Soal Ketahanan Air, Ahok Mengaku Dendam Pada PAM
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan kesusahannya terkait ketahanan air di Ibu kota. Ahok mengatakan sejak tinggal di Jakarta pada tahun 80-an, dia sudah merasakan krisis air.

"Sejak tahun 1981 saya di Jakarta, kayak orang kaya, mandi pakai aqua. Makanya saya dendam luar biasa pada PAM," kata Ahok saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Ketahanan Air di Provinsi DKI, yang dilakukan di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014).

Ahok menuturkan, dia melihat perusahaan air minum daerah Jakarta lebih mengutamakan kepentingan industri. Akibatnya banyak penduduk DKI, khususnya yang di daerah Jakarta Utara kesulitan dapat air bersih dan terpaksa menyedot air tanah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya lihat ada tangki air gratis tapi dia (PAM) jual ke industri. Bukan utamakan warga tapi monopoli. Sudah tahu nggak ada air tanah, mestinya di-drop 1 kubik di daerah itu kan. Saya tinggal di Jakarta di tempat yang rawan banjir tapi nggak ada air di Pluit. Saya tahu persis namaya susah air, bagaimana dikerjain. Tapi inilah Jakarta," imbuhnya.

Ahok menyatakan kondisi rawan air ini berbahaya sebab orang akan terus menerus menyedot air tanah. Dia khawatir eksploitasi air tanah yang makin tak terkendali akan membuat permukaan tanah terus mengalami penurunan.

"Ini bahaya, persoalan ketahanan air kita sudah sangat serius. Di film kolosal kan untuk menang sumber air kota dimatiin. Orang Jakarta nggak usah diajak perang. Matiin airnya pasti akan mati dia," pungkas Ahok.

(ros/sip)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini