Berdasarkan jadwal yang diterima, DPD akan menggelar sidang untuk membahas alat kelengkapan pada pukul 14.00 WIB, Rabu (8/10/2014). Sidang rencananya akan dilangsungkan di gedung Nusantara V, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta. Hingga saat ini sekitar pukul 09.47 WIB, suasana di kompleks parlemen tampak cenderung lengang.
Sebelumnya pada paripurna pemilihan pimpinan MPR, lagi-lagi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mengusung presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla harus gigit jari karena kalah di parlemen. Paket pimpinan MPR yang digadang KIH dengan ketua dari DPD yaitu Oesman Sapta kalah dengan selisih 17 suara dari KMP yang mengusung Zulkifli Hasan sebagai ketua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat paripurna pemilihan pimpinan MPR pun, DPD tampak tidak solid ketika Ketua Kelompok DPD untuk MPR Bambang Sadono mengumumkan bahwa DPD mengajukan paket pimpinan yang sama dengan KIH. Beberapa anggota DPD pun protes.
Namun Ketua DPD Irman Gusman tak mau anggotanya disebut tak solid. Menurut Irman, 85% suara DPD terkondisikan ke salah satu paket.
"Perbedaannya kecil sekali, jadi relatif solid. Jadi kalau kita lihat ketat sekali. Jadi nggak bisa dibilang lari. Hampir 85 persen suara terkondisikan," kata Irman saat wawancara di depan ruang paripurna MPR, Selasa (7/10) pagi.
Seperti diketahui paket pimpinan MPR yang diusung KIH kalah tipis dari paket yang diusung KMP. Paket KIH mendapat 330 suara dan kalah tipis dari KMP yang mendapat 347 suara.
Dengan begitu, maka pimpinan MPR untuk periode 2014-2019 terdiri dari Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan 4 wakil yaitu EE Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, Mahyuddin, dan Oesman Sapta.
(dha/ndr)










































