Karena Dibuka Presiden, Porwanas Tak Bisa Dibatalkan

Karena Dibuka Presiden, Porwanas Tak Bisa Dibatalkan

- detikNews
Selasa, 11 Jan 2005 17:43 WIB
Pekanbaru - Di tengah hujatan masyarakat Riau yang menolak Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang menggerogoti dana APBD Rp 6 miliar, Presiden Republik Indonesia dipastikan akan membuka acara tersebut.Agaknya rasa kemanusiaan SBY pun patut dipertanyakan bila dia memang benar-benar akan membuka acara Porwanas yang banyak ditentang masyakarat Riau. Kini, sejumlah ruas jalan di kota Pekanbaru, terpampang gambar SBY bersama Gubernur Riau Rusli Zainal dalam sebuah billboard yang akan membuka acara tersebut.Misalnya, gambar SBY dan Rusli yang terpampang mentereng di depan Kantor Gubernur Riau Jl Sudirman. Dalam gambar itu SBY yang menggunakan jas hitam tampak tersenyum akan membuka acara Porwanas pasca badai tsunami. Selain gambar wajah pemimpin bangsa Indonesia dan pemimpin nomor satu di Riau, juga dibubuhi tulisan "Sukseskan Porwanas VIII di Pekanbaru". Masih di halaman kantor gubernur, juga terpasang balon udara berbentuk ikan patin sebagai maskot Porwanas. Balon ikan patin yang berbentuk unik berwara hijau itu melambung tinggi terikat tali di halaman itu. Di bawah balon terdapat umbul-umbul tertulis kalimat "Sukseskan Porwanas VIII".Sedangkan di Gedung Veteran Jl Cut Nyak Dien yang kini disulap menjadi sekretariat Porwanas juga ramai dipasang umbul-umbul yang berwarna-warni. Di gedung itulah panitia tampak sibuk menyusun semua rencana Porwanas di tengah hujatan banyak pihak.Karena Presiden SBY yang akan membuka acara tersebut, sehingga tidak memungkinkan lagi acara Porwanas akan ditunda atau ditiadakan. "Tidak mungkin kita menunda atau dibatalkan. Karena dipastikan Presiden akan membuka acara tersebut," kata Ketua DPRD Riau,Chaidir, kepada wartawan di Gedung DPRD Riau.Selain itu, rencana Porwanas jauh hari juga telah dipersiapkan. Sedangkan dana anggaran sebesar Rp 6 miliar sudah dibahas dengan panitia anggaran. "Kalau soal etis atau tidak etis, ya tanya saja pada wartawan sendiri," kilah Chaidir.Sementara itu, panitia juga memberikan undangan kepada sejumlah penerbitan di Pekanbaru untuk membuka stand media di lokasi Porwanas. Sayangnya, bagi media yang akan membuka stand mesti membayar Rp 5 juta rupiah. Sehingga banyak pemilik surat kabar bingung dengan undangan panitia itu. Padahal, semua kebutuhan Porwanas didanai APBD Riau Rp 6 miliar.Anda punya usul dan komentar soal Porwanas? Kirimkan ke redaksi@staff.detik.com. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini