"Betul suara mereka (DPD) 132 suara peran penting, ternyata mereka percaya kita," ujarnya saat berbincang di Gedung Bulat DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/10/2014).
"60 suara lari ke kita lagipula PPP pecah. Kalau mereka solid perbedaan (perolehan suara) lebih besar," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan Zulkifli rencana semula tapi karena ada beberapa pandangan berbeda kita ambil dia. Semula saya yang direncanakan, tapi saya mau fokus ke DPR. Akhirnya, PAN menawarkan Zul karena jual figur," terang Fadel.
Dia menganggap mantan Menhut itu sudah sangat sesuai. Terlebih lagi bila dilihat dari jejak rekamnya yang baik.
"Cocok lah dia jadi pemimpin MPR masa depan dibandingkan dari DPD. Oesman Sapta di posisi wakil ketua MPR," pungkasnya.
Adapun setiap nama dari fraksi MPR dan kelompok DPD akan memilih 1 dari 2 paket calon pimpinan MPR. Paket A mengusung Oesman Sapta sebagai ketua didampingi Ahmad Basarah, Imam Nahrawi, Patrice Rio Capella dan Hasrul Azwar sebagai wakil ketua.
Sedangkan paket B mengusung Zulkifli Hasan sebagai ketua didampingi Mahyudin, EE Mangindaan, Hidayat Nur Wahid dan Oesman Sapta sebagai wakil ketua.
Hasil akhir penghitungan suara, Paket A memperoleh 330 suara dan Paket B memperoleh 347 suara.
(aws/kha)











































